Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai genjar mensosialisasikan siaran Tv Digital kepada seluruh masyarakat.
Sosialisasi ini terus dilakukan guna menumbuhkan pemahaman masyarakat serta mendorong peralihan siaran TV Analog ke TV Digital.
Menurut Staf khusus Menteri Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang tergolong lambat dalam peralihan TV Analog ke TV Digital jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Pasifik lainnya.
“Di Jerman pada 2009 sudah beralih ke digital. Singapura, Malaysia dan Brunei pada 2019 lalu. Indonesia dan Timor Leste memang yang terlambat untuk kawasan Asia Pasifik,” ucapnya saat bimbingan teknis Jurnalist Fellowship Media Online. Senin, (23/05).
Niken menjelaskan peralihan ke TV Digital memberikan manfaat bagi masyarakat. “Keuntungan menggunakan siaran TV Digital ketimbang Analog adalah tayangan TV Digital lebih bersih, suaranya tanpa Noise, lebih banyak kanal dan tentu perangkatnya juga terjangkau,” imbuhnya.
Untuk diketahui, bahwa siaran televisi analog adalah siaran televisi yang dipancarkan dengan menggunakan variasi voltase dan frekuensi dari sinyal. Sistem yang dipergunakan oleh siaran televisi analog adalah NTSC, PAL, dan SECAM.
Sedangkan perbedaan TV Analog dan TV Digital adalah sinyal yang dipancarkan dari kedua siaran tersebut. TV Analog hanya dibatasi dengan hanya sinyal analog. Sementara TV Digital dapat memproses sinyal digital dan analog sekaligus. Sinyal TV analog mirip dengan sinyal radio.
Siaran TV Analog merupakan siaran televisi yang dipancarkan melalui sinyal radio dalam format audio dan video. Sinyal video ditransmisikan dalam gelombang AM, sementara audio ditransmisikan dalam gelombang FM.
Siaran TV Analog ditransmisikan dengan gelombang radio sehingga kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan letak geografisnya. Komposisi yang ditampilkan dalam siaran tv analog juga tidak beragam.
Sebaliknya, siaran TV Digital ditransmisikan sebagai bit data informasi, seperti data komputer. Sinyalnya terdiri dari 1 dan 0.
Manfaat TV Digital
Untuk itu, keuntungan bagi masyarakat menggunakan TV Digital ialah bisa menghemat pita frekuensi hingga 112MHz dan juga akan berdampak pada persiapan adopsi jaringan 5G di Indonesia. Masyarakat bisa mendapatkan jaringan internet yang sangat cepat dengan 5G.
Melalui TV digital, masyarakat akan mendapat manfaat berupa kualitas siaran gambar dengan resolusi tinggi dan suara yang lebih jernih. Tak hanya itu saja, pilihan saluran televisi yang bisa dinikmati juga tersedia lebih banyak. Masyarakat bisa menikmati manfaat tersebut secara gratis, karena proses digitalisasi penyiaran ini dilakukan pada penyiaran tetap tidak berbayar (free to air/FTA).
Jadi nunggu apa lagi, mari beralih ke TV Digital dan nikmati berbagai manfaatnya.


