Serang – 25 Juli 2022 Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, termasuk provinsi Banten
membuat beberapa sektor terpuruk salah satunya ekonomi. Namun, pemulihan ekonomi
pasca pandemi Covid-19 diharapkan menjadi babak baru untuk semua industri, begitu juga
PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten). Walau dalam kondisi pandemi,
Bank Banten dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten selaku pemegang
saham Pengendali Terakhir masih mampu terus melakukan pertumbuhan bisnis hingga saat
ini. Berbagai potensi bisnis terus dijajaki untuk dapat menjadi mitra strategis perseroan.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, dalam sambutannya saat menghadiri
pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA) Badan Pengurus Daerah (BPD)
HIPMI Banten menyampaikan “Saat ini ada 14 kawasan industri raksasa di Provinsi Banteno
Di dalamnya terdapat sekitar 4.600 perusahaan menengah ke atas. Saya mendapat mandat
sebagai Pj Gubernur untuk merawat perusahaan yang ada di Banten, dan mengundang
investor yang ingin memulai usaha di Provinsi Banten,“ ujarnya.

Hadir pula sebagai narasumber, Direktur Utama Bank Banten, Dr. Agus Syabarrudin yang
pada paparannya menekankan pentingnya menciptakan ekosistem perekonomian daerah
yang berkesinambungan, mengingat akumulasi APBD keseluruhan di Provinsi Banten sebesar
hampir Rp50 T belum dapat dioptimalkan menjadi PAD bagi Provinsi Banten. Hal tersebut
dikarenakan Kota/Kabupaten di Provinsi Banten belum menjadikan Bank Banten sebagai
bank utama. “Perlu adanya political will dari Pemerintah Kota/Kabupaten untuk
menempatkan dana RKUD nya di Bank Banten sehingga memberikan dampak yang signifikan
untuk optimalisasi PAD dan memberikan keleluasaan untuk melakukan pembangunan di
Banten,“ tutur Agus.

“Pengelolaan Keuangan Daerah di Banten, saya rasa harus mengedepankan dampak yang
optimal bagi masyarakat dan Pemda. Perlu adanya saling keterkaitan baik pemerintah,
pengusaha, serta masyarakat yang terhubung dalam sistem layanan jasa keuangan yang
dikelola oleh Bank Banten untuk menciptakan ekosistem perekonomian daerah yang saling
mensejahterakan,“ tutur Agus.

Ketua Umum HIPMI Kota Serang, Risaldy Amry, mendukung langkah Bank Banten untuk
berkolaborasi dengan HIPMI Banten dalam rangka menciptakan ekosistem yang saling
menguntungkan dan menjaga PAD di Provinsi Banten, “Kami menyambut baik rencana Bank
Banten dalam melibatkan pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Banten untuk
berkolaborasi bersama-sama memajukan Banten,“ ucapnya.

Ketua Umum HIPMI Provinsi Banten, Ananda Trianh Salichan, menambahkan, “Kolaborasi
pengusaha muda Banten dengan Industri perbankan dalam hal ini Bank Banten memang
diperlukan sebagai pendongkrak kebangkitan ekonomi Nasional khususnya di Provinsi
Banten,“ katanya.

Dalam kesempatan terpisah, mantan Ketua DPRD Provinsi Banten sebagai salah satu pendiri Bank Banten, Asep Rahmatullah menegaskan pentingnya menjaga perputaran uang agar tidak keluar dari Provinsi Banten, “Kita berhitung matematika saja, jika Kota/Kabupaten di Banten masih menempatkan Kasda nya di Jabar artinya lost opportunity dari ASN saja sudah 60.000 ASN dikalikan rata-rata pinjaman dan bunga, Rp1 Triliun lebih capital outflow kita lari ke Jabar.” tegasnya.

Bank Banten terus berupaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Melalui penguatan
layanan jasa perbankan yang berorientasi kepada kebutuhan nasabah dengan transformasi. (Corsec/Mar )