LEBAK, (Haluanbanten.co.id) – Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi digital dan UMKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama sejumlah komunitas pemuda Kabupaten Lebak akan menggelar diskusi literasi digital di Gedung Olahraga (GOR) Ona Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Prov. Banten, Minggu (16/4) sore, pukul 17.00 WIB.
Komunitas pemuda yang tergabung dalam diskusi ini, di antaranya: Komunitas Pemuda Pasir Ona, Komunitas Senam Pasir Ona, Komunitas Akustik Lebak, Komunitas Badak Lebak, dan Komunitas Kalimaya Lebak.
Membahas tema ”Tips Menggunakan e-Commerce untuk Promosi Usaha”, diskusi luring (offline) tersebut menghadirkan narasumber: Pembina Komunitas Film Pramuka (KFP) Habibie Yukezain, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak Badrusalam, musisi Rio Hijau Daun selaku key opinion leader, dan penyanyi Megi Star sebagai moderator.
”Diskusi ini digelar gratis. Dapat diikuti dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarandkibanten1604. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Sabtu (15/4).
Kemenkominfo menyatakan, potensi ekonomi digital tanah air yang terus bertumbuh membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan dan kreativitas menggunakan media digital. E-commerce merupakan terobosan IT yang akan membawa kemajuan bidang ekonomi perdagangan ke depan.
”Terkait itu, dibutuhkan talenta-talenta muda yang sudah terliterasi secara digital dan menguasai seluk-beluk e-commerce. Penguasaan teknis dan strategi promosi oleh UMKM di daerah akan mendorong bertumbuhnya sentra-sentra baru pusat pertumbuhan ekonomi digital,” jelas Kemenkominfo.
Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.
”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.
Diskusi literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Program IMCD selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Program IMCD urgen dilakukan, karena berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu tidak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (*)


