
Oleh : Lisnawati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis, Prodi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Sistem pengendalian manajemen merupakan proses dimana manajer mempengaruhi anggota organisasi mereka untuk menerapkan strategi pada perusahaan, serta memastikan bahwa sumber daya diperoleh dan digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan. Sistem pengendalian manajemen tentunya sangat penting dalam sebuah perusahaan karena dengan adanya sistem pengendalian manajemen maka perusahaan akan mengalami peningkatan kinerja pada karyawan. Selain itu juga dengan adanya sistem pengendalian yang baik, maka pengendalian biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akan lebih efektif. Namun, tentunya setiap perusahaan memiliki sistem pengendalian yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. sehingga semakin baiknya sebuah sistem pengendalian manajemen pada perusahaan akan membuat perusahaan berkembang. Begitu juga sebaliknya jika suatu SPM pada perusahaan tidak baik, maka perusahaan akan sulit berkembang.
Fungsi pengendalian berperan untuk mendeteksi kelemahan dalam suatu perusahaan. Adapun fungsi pengendalian yaitu sebagai perencanaan, komunikasi informasi, pengambilan keputusan, pencapaian kegiatan yang ekonomis dan efisien, dan koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi.
PT Adhi Karya TBK merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi di Indonesia. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1960, dimana dalam melaksanakan suatu proyek kemungkinan akan terjadi suatu ketidakseimbangan dari rencana anggaran semula misalnya mengenai jumlah biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam menyelesaikan proyek tersebut. Kemungkinan salah satu penyebabnya yaitu karena adanya kelemahan pelaksanaan pengendalian biaya tenaga kerja, sehingga rencana yang sudah ditetapkan tidak dapat tercapai. Maka dalam pengendalian operasional pada perusahaan PT Adhi Karya Tbk dengan menyusun pengendalian biaya terhadap tenaga kerja, yang bertujuan untuk meminimalkan terjadinya ketidakseimbangan dalam menjalankan suatu proyek. Pengendalian atas biaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan perlu dilakukan agar mencapai laba yang maksimal, yaitu dengan menganalisis selisih biaya tenaga kerja langsung. Sebelum mengadakan suatu proyek, terlebih dahulu perlu mengadakan perhitungan anggaran terhadap proyek yang akan dijalankan. Dalam melakukan perhitungan anggaran diperlukan laporan yang wajar dan tepat, dan melaksanakan pengontrolan biaya upah dengan melakukan suatu tolak ukur prestasi untuk mengukur produktivitas dan efisiensi dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, serta untuk membandingkan perbedaan antara hasil yang dicapai.
PT Adhi Karya Tbk menerapkan sistem project cost control, yaitu sistem yang menjalankan sistem penjadwalan dan yang mengatur biaya-biaya yang dikelurakan dalam suatu proyek. Sistem ini bertujuan untuk memperoleh hasil biaya yang efisien dan efektif dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. Project cost control (pengendalian biaya) dilakukan oleh kepala proyek, yang bertugas untuk mengendalikan biaya-biaya yang telah dikeluarkan selama proyek berlangsung. Pada sistem kehadiran yang diterapkan diproyek tidak menggunakan finger tetapi menggunakan opname pekerjaan yang secara manual.
Kesimpulan, setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda-beda sesuai dengan strategi spesifik perusahaan. Strategi pengendalian ini merupakan alat untuk mengimplementasikan konsep-konsep yang diterapkan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Terutama pada perusahaan PT Adhi Karya Tbk yang menerapkan sistem project cost control, tujuannya untuk memperoleh hasil biaya yang efisien dan efektif.


