SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Anak usia remaja kini muncul sebagai pengguna internet terbesar. Ini berdasarkan statistik pengguna internet kategori umur. Ironisnya, kelompok terbesar tersebut tidak tahu risiko menggunakan internet. Tak heran, saat ini makin banyak anak dan remaja yang menjadi korban internet.
Agar tren negatif itu tidak semakin menjadi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Pasirwaru, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (12/7) siang, mulai pukul 13.00 WIB.
”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftaranbanten1207. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Selasa (11/7).
Diskusi luring (offline) bertajuk ”Pendampingan Menggunakan Internet untuk Generasi Muda” itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosatik) Kab. Serang Haerofiatna, Pembina Komunitas Film Pramuka (KFP) Habibie Yukezain, Pendiri Yayasan Komunitas Open Source Arief Rama Syarif, dan Joan Permana selaku moderator.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, untuk mendampingi remaja dalam menggunakan internet bukan persoalan mudah. Karena, banyak orangtua – khususnya kaum ibu – yang tidak memahami internet. ”Sehingga, hampir tidak ada komunikasi dan kontrol mereka terhadap anak remajanya saat menggunakan internet,” jelasnya.
Menurut Kemenkominfo, kini banyak remaja, khususnya remaja putri yang menjadi ”korban” dari situs jejaring sosial. Meski begitu, banyak juga anak yang telah menjadi ”pecandu” internet seperti game online, sehingga mengganggu kehidupan anak sekarang.
”Untuk itu, para orangtua perlu memiliki pemahaman terkait teknologi digital dan media sosial. Dan, literasi digital adalah sebuah upaya memberikan bekal pengetahuan bagi orangtua untuk tugas pendampingan berinternet para remaja,” urai Kemenkominfo dalam rilis.
Pendampingan terhadap remaja saat berinternet sangat diperlukan. Selain dunia internet yang terus berkembang, juga dimaksudkan agar remaja dapat terhindar dari dampak buruk internet serta dapat menggunakan internet secara sehat.
”Pendampingan orangtua pada anak ketika menggunakan internet terdiri dari tiga aktivitas. Yakni, menerapkan peraturan dalam menggunakan internet, melakukan mediasi akif, dan melakukan kegiatan online bersama,” imbuh Kemenkominfo.
Kemenkominfo menambahkan, teknologi digital dan komputer telah mengubah bentuk hubungan sosial manusia. Hal tersebut membawa konsekuensi secara sosial dan kultural dalam kehidupan manusia. ”Ingat, teknologi akan membawa perubahan nilai dan budaya dalam kehidupan manusia,” pesan Kemenkominfo.
Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu akan dihadiri beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Komunitas Pasirwaru Kulmis, Komunitas Bintang Pasirwaru, Komunitas Pasirwaru Center, dan Komunitas Permata Pasirwaru.
Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta warga masyarakat Indonesia hingga 2024.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)


