PANDEGLANG, (Haluanbanten.co.id) – Ekonomi digital saat ini terus berkembang di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Hal itu ditandai dari meningkatnya pengguna internet. Pada periode 2022-2023 pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta jiwa, atau meningkat 2,67 persen dibandingkan pada periode sebelumnya sebanyak 210,03 juta pengguna.

Nilai industri digital Indonesia telah tumbuh secara signifikan dari US$ 41 miliar pada 2019 menjadi US$ 77 miliar pada 2022 dan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 130 miliar pada 2025. Utamanya, didorong oleh e-commerce, transportasi dan pengiriman makanan, perjalanan online dan media online.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi digital tanah air, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten akan menggelar diskusi literasi digital di Akarsari Culture Festival, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (17/7) pagi, mulai pukul 10.30 WIB.

”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftaranbanten1707. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis kepada awak media, Minggu (16/7).

Diskusi luring (offline) bertajuk ”Tantangan Transformasi Digital bagi Kemajuan Perekonomian” itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah dosen Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Ageng Tirtayasa Neka Fitriyah, artis Roland International Mia Marcellina, dan influencer Ana Livian, serta Ais Komarudin selaku moderator.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo mengatakan, para pelaku usaha perlu berinovasi agar bisa menyelaraskan kebiasaan baru para konsumen dari model jual beli konvensional menjadi e-commerce.

”Asosiasi e-Commerce Indonesia (Indonesian e-Commerce Associations/idEA) mencatat ada 12 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru yang berjualan secara dalam jaringan (online) hingga September 2022,” sebut Kemenkominfo dalam rilis.

Meski begitu, lanjut Kemenkominfo, kemajuan digitalisasi tak hanya mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha yang mampu berkembang dalam mengikuti kemajuan teknologi. Namun, juga melahirkan sebuah ketimpangan bagi yang tidak mampu mengikuti perkembangan digitalisasi.

Kemenkominfo menambahkan, beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari digitalisasi bagi perkembangan perekonomian Indonesia, di antaranya pangsa pasar luas, transaksi lebih mudah, produksi meningkat, pembayaran lebih sederhana, dan promosi lebih variatif.

”Sedangkan sisi mudharatnya ialah kurangnya serapan tenaga kerja, rentan terjadi penipuan, dan plagiarisme. Selain itu, sektor yang potensial berkembang di era digitalisasi di antaranya sektor keuangan, sektor pertanian, dan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” rinci Kemenkominfo.

Tantangan transformasi digital untuk mewujudkan kemajuan perekonomian, meneurut Kemenkominfo, yakni kurangnya literasi digital masih menjadi PR besar bagi kita semua. Kemudian, negara perlu memastikan kesetaraan dalam literasi digital di antara warganya.

”Selain itu, masih banyak tantangan lain ekonomi digital seperti keamanan siber, sumber daya manusia, akses internet, dan regulasi yang harus diselesaikan bersama secara bertahap,” pungkas Kemenkominfo.

Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Gerakan Melek Literasi Sahabat Nurani untuk Desa Berdaya itu akan dihadiri beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Himasi FTI Universitas Mathla’ul Anwar, Insan Pariwisata Indonesia, Pandu Cahaya Islam, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), dan komunitas Akarsari Culture Festival.

Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)