JAKARTA, (Haluanbanten.co.id) – Investasi menjadi suatu kegiatan yang sangat dianjurkan untuk semua kalangan. Apalagi, bagi seseorang yang sedang berencana untuk mencapai target finansial tertentu di masa mendatang. Misalnya, dana pendidikan anak, dana pensiun, dan lainnya. Meski begitu, investasi di dunia digital butuh pemahaman terkait faktor keamanan.
Untuk mengetahui jenis investasi aman di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama panitia Lintas Melawai 2023 akan menggelar diskusi literasi digital untuk komunitas digital di Jalan Hasanudin Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (30/7) sore, mulai pukul 15.00 WIB.
”Diskusi literasi digital lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftarandki3007. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Sabtu (29/7).
Diskusi luring (offline) bertajuk ”Jenis-jenis Investasi di Ruang Digital dan Keamanannya” itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah anggota kelompok musik Hijau Daun Rio, penyanyi Megi Star, influencer Azmy Zen, dan Rendi selaku moderator.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, akhir-akhir ini banyak orang menjadi korban penipuan investasi bodong. Alih-alih mendapat manfaat dari berinvestasi, yang ada justru uang melayang tak kembali. Era canggih, membuat penipu makin canggih juga.
”Investasi digital dapat diartikan sebagai aktivitas penanaman modal yang dilakukan demi memperoleh keuntungan melalui sebuah platform online atau digital. Seperti, situs web atau aplikasi smartphone, tergantung dari penyedia produk investasinya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.
Sebelum melakukan investasi di ruang digital, lanjut Kemenkominfo, pengguna digital hendaknya tahu lebih dulu kelebihan dan kekurangan berinvestasi secara digital. Beberapa kelebihan investasi digital, antara lain lebih menghemat waktu dan biaya, cocok bagi pemula yang baru belajar berinvestasi.
”Lalu, bisa berinvestasi, mulai dari nominal yang kecil, bisa jadi opsi tabungan untuk jangka panjang. Proses transaksinya lebih mudah karena dapat dilakukan dari mana saja, aktivitas investasi yang dilakukan dapat dipantau dengan lebih mudah, serta ada banyak pilihan investasi yang bisa dipilih,” rinci Kemenkominfo.
Kekurangannya, sambung Kemenkominfo, yakni: rentan menjadi target penipuan, karena investasi dilakukan tanpa pendampingan dan saran dari profesional. Kemudian juga banyak aplikasi atau situs web yang berisi scam dan, jika tidak jeli, bisa tertipu aplikasi bodong atau tidak terdaftar resmi di OJK.
”Hati-hati terhadap aplikasi yang digunakan untuk mendaftarkan investasi, karena terkadang mengalami error system. Selain itu, juga munculnya biaya-biaya tidak terduga yang bisa saja menambah beban investor,” pungkas Kemenkominfo.
Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam gelaran acara Lintas Melawai 2023 ”Ngeceng di Melawai Rasa Dulu” itu juga akan dimeriahkan dengan parade otomotif, fashion show, hiburan musik, bazar makanan dan minuman, serta pertunjukan kontes lainnya.
Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)


