SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Dalam rangka mendukung program pemerintah tentang pencegahan stunting, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unsera Kelompok 26 melakukan sosialisasi stunting di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Desa Bantar Panjang pada Sabtu, (26/08) dengan diikuti sebanyak 17 orang masyarakat yang ada di Desa Bantar Panjang.
Adapun kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan, yaitu Heni Nurfajar, S.keb. Dalam sosialisasi ini, Heni Nurfajar, S.keb membawa materi tentang Strategi Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat.
Ketua KKM Unsera Kelompok 26, Zahwatuzzukhrufiah mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi dorongan dan manfaat kepada keluarga untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan sang buah hati.
“Inti dari pemberian materi ini adalah perkembangan penting sebagai organ berlanjut sampai kehamilan, kehamilan dan pertumbuhan janin membutuhkan gizi mikro dan protein dan juga membutuhkan kalori, pertumbuhan bayi dan anak juga membutuhkan seluruh zat gizi makro dan mikro yang seimbang,” kata Zahwatuzzukhrufiah.
Zahwatuzzukhrufiah menambahkan bahwa masalah gizi ibu hamil perlu di perhatikan, sekitar 70-80% ibu hamil di desa/kota belum tercukupi konsumsi energi dan proteinnya.
“Terdapat akibat dari masalah gizi yaitu dapat menyebabkan stunting atau biasa di kenal di masyarakat dengan istilah pendek, cebol, kerdil dan juga capul. Asupan gizi yang kurang dan tidak di perhatikan terhadap perkembangan anak dapat menyebabkan stunting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Zahwatuzzukhrufiah menjelaskan bahwa setelah acara pemberian materi tersebut, acara selanjutnya yaitu pemberian asupan nutrisi untuk anak berupa susu.
“Dimana tujuannya untuk memenuhi gizi pada anak dengan di berikannya susu ini diharapkan dapat membuat para ibu lebih perhatian dan bertanggungjawab atas gizi yang masuk ke dalam tubuh anak dan tentunya untuk menghindari terjadinya stunting pada anak,” tutup Zahwatuzzukhrufiah.


