KOTA SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Grand desain komunikasi dibutuhkan pemerintah dalam menangani pengurangan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Upaya penurunan kemiskinan ekstrem sebesar 1% setiap tahunnya melalui strategi perbaikan dan pemutakhiran data sasaran, optimalisasi konvergensi program melalui peran corporate sosial responsibily dan partisipasi masyarakat, serta pemantauan dan pengawasan program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) secara berkala. Peran perguruan tinggi dan mahasiswa juga dibutuhkan dalam penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut.
Demikian dikatakan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ade Rustama Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat berdialog dengan 30 mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisipkum Unsera di Jakarta. Turut hadir dalam acara dialog tersebut Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Indrianti Azhar Firdausi M.Ikom, dosen unsera Dr.Media Sucahya, Marthalena,M.A, Dwi Nurima M.Ikom, dan Winata Faturahman, M.Sn.
Lebih lanjut, Ade menerangkan pihaknya akan tetap fokus pada pencapaian penghapusan kemiskinan ekstrem di tahun 2024. Dalam upaya tersebut, keluarga miskin ekstrem telah dipastikan menerima program bansos regular melalui sinkronisasi data P3KE dan Data Terbaru Kesejahteraan Sosial yang telah dibangun. Berdasarkan data yang ada, program bantuan sosial regular telah berhasil tersalur sebanyak >95% pada tahun 2022.
“Dari berbagai upaya yang telah dilakukan, melalui penyediaan data sasaran yang sama dan konvergensi serta sinergitas, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia pada September 2022 menurun hingga 1,74% dari bulan Maret 2022 sebanyak 2,04%,” jelas Ade Rustama.
Menurut kepala Prodi Ilmu Komunikasi Indrianti Azharfirdausi grand desain komunikasi untuk atasi penghapusan kemiskinan, perlu diketahui semua pihak, termasuk dunia kampus dan para mahasiswa. Agar dapat berperan serta dalam menjalankan road map pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.
“Kunjungan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi ke Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bertujuan untuk mengetahui bagaimana grand desain komunikasi serta strategi komunikasi publik yang dijalankan Kantor Kemenko PMK untuk atasi kemiskinan. Kunjungan ini tentu saja akan menambah wawasan baru bagi mahasiswa, sehingga saat memasuki lapangan kerja, sudah mengetahui medan kerja yang sesungguhnya,” kata Indrianti, Rabu (10/6/24).
Usai berdialog dengan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, mahasiswa Unsera melanjutkan kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta.


