
Fera Rohayani
Pendidikan tentunya sangat penting untuk membangun potensi diri, membentuk kepribadian, akhlak yang terpuji, membentuk keterampilan yanhg diperlukan. Maju atau mundurnya suatu negara dapat dilihat dari kualitas pendidikan bangsa tersebut. Pendidikan yang baik akan membuat generasi generasi yang datang dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan juga berpengaruh dari adannya politik, kebijakan –kebijakan yang di lakukan tentunya untuk memajukan sistem pendidikan suatuu negara. Tetapi sangat di sayangkan sektor pendidikan di indonesia masih banyak menghadapi tantangan yang tentunya mempengaruhi kualitas pendidikan dan pemrataan akses di berbagai wilayah.
Sebagai contoh di lihat dari sejarah sejak zamannya belada menjajah indonesia, kepempatan rakyat indonesia untuk memperoleh pendidikan sangat minim. Belanda membatasi akses pendidikan untuk rakyat indonesia agar rakyat indonesia tidak mampu melakukan perlawanan. Bahkan pendidikan islam yang di dapat dari pesantren pesantren sangat jarang, belanda sangat tidak menyetujui adanya pendiidkan islam yang di anggap dapat membangkitkan nilai nasionalisme dan melakukan perlawanan. Dengan membatasi akses pendidikan tentunya membawa dampak negatif terhjadap pembentukan karakter bangsa dan menghalangi kemajuan serta pemberdayaan rakyat.
Namun, keinginaan untuk meningkatkan pendidikan ini menjadi meningkat setelah indonesia mendapatkan kemerdekaannya. Pendidikan di indonesia mulai diperbarui selama masa orde lama, dengan fokus utamanya pada pembentukan identitas nasional yang dapat mencerminkan keanekaragaman kenudayaan, seni, dan agama. Meskipun masih terbatas dalam berbagai aspek, pendidikan saat ini mulai melakukan perubahan dengan mengubah kurikulum dan membangun sistem terhadap pendidikan yang lebih inklusif. Pendidikan tentunya harus mengakui keberagaman masyarakat, karena dari berbagai suku, agama, dan budaya di negara ini, maka dari itu pendidikan harus menggabungkan berbagai perspektif dan menghargai keberagaman ini. Dengan ini pendidikan tidak hanya mengajarkan kepada siswa tentang pengetahuan akademik, tetepi juga membantu mereka untuk menghargai sebuah perbedaan.
Tentunya adanya pendidikan di indonesia harus menjadi pendorong utama untuk menciptakan generasi yang memiliki kecerdasan dan produktif. Namun nyatanya yang kita tahu semua sektor pendidikan di indonesia masih menghadapi berbagai masalah, mulai dari kulitas pendidikan hingga pemerataan. Yang menjadi salah satu tantangan terbesarnya ketidakmerataan akses pendidikan diseluruh daerah, sehingga masih banyak daerah yang kesulitan untuk mendapat akses pendidiakn terutama pada adaerah daerah yang terpencil. Meskipun pemerintah pusat sudah mengaloksikan dana untuk pendidikan di indonesia sudah mencapai 20% dari anggaran negara yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 untuk mencerdaskan bangsa dan negara, namun realitanya anggaran tersebut seringkali tidak merata dan lebih di pengaruhi oleh kepentingan politik jangka pendek yang memperburuk keadaan. Pendidikan yang adil dan merata tidak akan terwujud kika anggaran tidak di prioritaskan sesuai dengan kebutuhan yang mendesak.
Kenyataan dalam praktiknya, masih banyak daerah daearah yang kesulitan untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang layak, contohmnya masih banyak gedung gedung sekolah yang rusak, kurangnya tenaga pengajaran atau guru yang berkulitas, serta terbatasnya bahan ajaran atau buku buku ajar. Ini menunjukan kulitas pendidikan di daerah daerah tertentu yang memburuk, terutama daerah yang di luar pulau jawa. Anak-anak di daerah terpencil berhak untuk mendapatkan pendidikan tetapi seringkali terhambat oleh akses yang terbatas. Tidak hanya itu, kebijakan pendidikan sering tidak melibatkan orang orang yang mengetahui kenyataan di lapangan, orang orang seperti orang tua, guru, dan siswa. Misalkan, ketika undang-undang sistem pendidikan nasional atau SISDIKNAS di buat tanpa adanya pertimbangan pendapat dari orang orang yang terlibat dalam proses pendidikan, kebijakan yang di buata bisa tidak relevan dan sulit untuk di terapkan. Untuk itu kebijakan yang dibuat tentunya harus sesuai dengan keadaan kondisi di lapangan, terutama daerah yang benar benar membutuhkan perhatian khusus, untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas.
Saya percaya pendidikan yang efektif tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter dan menghargai keberagaman. Di indonesia sistem pendidikan harus inklusif, adil, dan berkualitas dengan partisipasi pemerintah, masyarakat, sektor swasta dalam proses pengambilan keputusan. Pendekatan yang mengimbangi kebutuhan lokal dan global akan memastikan pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, pendekatan ini akan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di dunia saat ini.
Fera Rohayani adalah Mahasiswa Pengantar Ilmu Politik, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa*


