SERANG, (Haluanbanten.co.id) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menggelar Rapat Strategis Penguatan Pelayanan ANC (Perawatan Antenatal) sebagai upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Acara ini berlangsung di Aula lantai 3 Gedung Dinas Kesehatan Provinsi Banten,16 April 2025. acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dinas kesehatan dari kabupaten/kota se-Banten

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat akan hidup sehat masih rendah dan belum sesuai harapan. Oleh karena itu, transformasi layanan kesehatan primer dan program cek kesehatan gratis perlu diperkuat agar masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan.

“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan upaya preventif sekunder untuk mendeteksi masalah kesehatan lebih awal, mencegah masalah kesehatan yang lebih besar melalui deteksi dini, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin,”ucapnya.

“kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan seringkali baru muncul ketika mereka telah jatuh sakit. akan tetapi setelah sembuh, perhatian terhadap kesehatan cenderung kembali menurun. Padahal, hingga kini tingkat kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat masih belum sepenuhnya sesuai harapan,”tambahnya.

“Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong terwujudnya transformasi layanan kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan primer,” Tegasnya.

Ati juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah bagaimana membangun kesadaran sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia, sebagai upaya nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan diri dan masyarakat.

“Saya Menghimbau kepada para bidan untuk senantiasa memberikan pelayanan dengan penuh empati, ketulusan yang tinggi, terutama saat menerima kunjungan masyarakat pada bulan pertama kehamilan,”tegasnya.

“Jangan sampai ada penolakan hanya karena alasan administratif yang dapat menghambat akses layanan. Ajak dan dampingi mereka untuk melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,”pungkasnya.

Ati mengajak semua pihak untuk bekerja bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat. Kolaborasi antara bidan, dokter, dan pihak terkait lainnya sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut. “Kita harus bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, dimulai dari diri kita sendiri,”tutupnya.(ADV)