SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Senin siang (1/9/2025), suasana depan Gedung DPRD Provinsi Banten terasa sedikit lebih ramai dari biasanya. Pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang menggelar aksi damai sekitar pukul 14.20 WIB.

Lewat orasi, mereka menyuarakan delapan aspirasi. Mulai dari dugaan perampasan aset, penghapusan tunjangan DPR, hingga desakan agar Kapolri Listyo Sigit mundur karena dalam kericuhan sebelumnya ada warga Cibaliung yang meninggal akibat ulah oknum.

Selain itu, mahasiswa juga meminta DPRD untuk turun langsung meninjau masyarakat Pandeglang, mengingat masih ada sektor-sektor yang tidak memiliki sekolah. “Bukan hanya soal aset, tapi juga pendidikan. Anak-anak di Pandeglang berhak punya akses belajar,” teriak salah satu orator.

Sekitar pukul 16.10 WIB, Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, akhirnya keluar menemui massa aksi. Ia mencoba menenangkan suasana sambil memastikan aspirasi mahasiswa tidak hanya berhenti di depan gedung dewan.

Fahmi menyebut pihaknya akan membawa isu yang disuarakan ke dalam rapat bersama komisi terkait, termasuk soal agraria, aset perhutani, hingga permasalahan infrastruktur petani di Cibaliung. “Insyaallah, hal ini akan kami tindak lanjuti. Selain meninjau langsung, kami juga akan undang Pemkab Pandeglang untuk ikut membicarakan solusi,” katanya.

Aksi pun berlangsung damai hingga sore. Mahasiswa memilih membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan pesan bahwa mereka akan terus mengawal janji DPRD.