TANGERANG, (Haluanbanten.co.id) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang gelar rapat koordinasi dengan Fosbolindo Junior League untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada atlet sepak bola.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada Hari Kamis, 12 Maret 2026 dengan dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang, Ibkar Saloma dan perwakilan Fosbolindo Junior League.

Diketahui, Fosbolindo Junior League merupakan salah satu penyelenggara event sepakbola se-Indonesia yang ada 50 Region se-Indonesia.

Saat ditemui, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang, Ibkar Saloma mengatakan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh atlet sepak bola yang tergabung pada Fosbolindo Junior League.

“Hari ini kami BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Fosbolindo Junior League. Dimana tujuannya untuk memberikan edukasi mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Ibkar.

“Selain itu, diharapkan juga dapat memberikan perlindungan kepada seluruh sepak bola yang tergabung pada Fosbolindo Junior League ini,” tambah Ibkar.

Lebih lanjut, Ibkar berharap melalui kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Fosbolindo Junior League dapat memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Diharapkan Fosbolindo Junior League dapat menjadi perpanjangan tangan dari BPJS Ketenagakerjaan dalam melaksanakan pelindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang,” ungkap Ibkar.

Ibkar menjelaskan bahwa sesuai amanat undang-undang, bahwa program BPJS Ketenagakerjaan memiliki lima program, yakni program Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Namun, bagi pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU) seperti atlet sepak bola ini dapat dilindungi minimal dua program, yakni Program JKM dan JKK,” jelas Ibkar.

Terakhir, Ibkar menyebutkan bahwa melalui kolaborasi tersebut, dirinya menargetkan sebanyak 45.000 atlet sepak bola sektor Bukan Penerima Upah (BPU) yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Dan melalui kolaborasi ini, kami menargetkan 45.000 kepesertaan BPU khusus atlet sepak bola pada Fosbolindo Junior League ini yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan ini,” tutup Ibkar.