SERANG, (Haluanbanten.co.id) — Rutan Kelas IIB Serang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan melalui pelaksanaan skrining Tuberkulosis (TBC) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan skrining kesehatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Serang dan diikuti oleh 104 warga binaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel terhadap warga binaan yang memiliki gejala TBC maupun faktor risiko HIV.
Kepala Rutan Kelas IIB Serang melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Aldi Abdulah Faqih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk langkah preventif dan pengawasan kesehatan rutin bagi warga binaan.
“Lingkungan pemasyarakatan memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap penyebaran penyakit menular apabila tidak dilakukan pengawasan kesehatan secara berkala. Karena itu, skrining ini menjadi langkah penting dalam mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus memastikan warga binaan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Faqih.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program kesehatan nasional di lingkungan pemasyarakatan yang terus didorong oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama instansi kesehatan terkait.
Dari hasil skrining yang dilakukan terhadap 104 warga binaan, tidak ditemukan warga binaan yang positif TBC maupun HIV. Namun demikian, terdapat tiga warga binaan yang terdeteksi memiliki gejala Hepatitis, terdiri dari dua orang dengan gejala Hepatitis C dan satu orang dengan gejala Hepatitis B.
“Terkait tiga warga binaan yang terdeteksi memiliki gejala Hepatitis, kami akan segera melakukan tindak lanjut dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Serang guna penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Serang berharap kondisi kesehatan warga binaan dapat terus terpantau dengan baik, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular.


