SERANG, (Haluanbanten.co.id) — Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Di tengah gemuruh tepuk tangan, air mata bahagia tak terbendung dari pasangan suami-istri guru desa saat menyaksikan putra bungsunya, Akhmad Agus Karnawi, S.H., resmi menyandang gelar Magister Hukum.
Momen haru itu terjadi ketika nama Akhmad disebut sebagai wisudawan. Muchrojatul Chusniyah, sang ibu, tak kuasa menahan tangis. Sementara sang ayah, Imam Nawawi, berulang kali menyeka air mata sambil menatap layar besar yang menampilkan putranya berbalut toga.
“Air mata kami tak terasa saat melihat putra kami menaiki podium. Alhamdulillah ya Allah,” ujar Muchrojatul dengan suara bergetar di sela-sela acara, Sabtu (23/5).
Perjuangan di Balik Kesederhanaan
Imam Nawawi dan Muchrojatul Chusniyah adalah sepasang guru desa asal Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten. Hidup dalam kesederhanaan, mereka menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama bagi anak-anaknya.
Di mata warga, pasangan ini dikenal tekun dan bersahaja. Tak sedikit masyarakat ikut bangga melihat anak seorang guru desa mampu menembus pendidikan jenjang magister.
Dari Didikan Keras hingga Panggung Wisuda
Sejak kecil, Akhmad Agus Karnawi tumbuh dalam disiplin ketat namun penuh kasih. Karakter pekerja keras dan rendah hati terus terpatri. Perjalanan meraih gelar Magister Hukum tak selalu mulus—tekanan akademik hingga membagi waktu menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat kedua orang tua menjadi alasan utama ia terus bertahan.
“Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi jalan pengabdian,” kata Imam Nawawi singkat.
Simbol Kemenangan Sederhana
Kisah Akhmad menjadi inspirasi bagi generasi muda Banten. Keterbatasan bukan alasan berhenti bermimpi. Di balik gelar akademik, ada doa-doa panjang yang dipanjatkan setiap malam dalam kesederhanaan hidup keluarga desa.
Tangis haru pasangan guru desa itu menjadi simbol kemenangan sederhana: tentang cinta orang tua, ketulusan perjuangan, dan keyakinan bahwa ilmu pengetahuan akan selalu menemukan jalannya menuju harapan. (*)


