SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyalurkan secara langsung bantuan 5 mobil ambulans desa. Lima mobil ambulans desa tersebut berasal dari anggaran mobil dinas Bupati Serang yang dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
Ratu Zakiyah, sapaan Ratu Rachmatuzakiyah, didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Efrizal, menyerahkan mobil ambulans kepada Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, yang diterima langsung Kades Sulkhi Maisah. Penyerahan dilanjut ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, yang diterima Kepala Seksi Pelayanan, Tomi.
Kemudian bantuan mobil ambulans desa juga diberikan kepada Desa Menggureja, Kecamatan Pulo Ampel, yang diterima langsung oleh Kades Abdul Latief, dan Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, yang diterima Kades Muhammad Ridho. Sedangkan untuk Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, akan disalurkan pada Selasa, 26 Mei 2026.
“Alhamdulillah hari ini kami dari pagi menyerahkan beberapa ambulans desa ke beberapa desa yang ada di wilayah Kabupaten Serang. Ini merupakan anggaran yang seharusnya untuk kendaraan pribadi Bupati, tapi kemudian kami alihkan untuk pembelian ambulans desa untuk lima desa,” kata Ratu Zakiyah kepada wartawan di Desa Tirtayasa.
Ratu Zakiyah menyampaikan alasan mengalihkan anggaran mobil pribadi bupati, karena ia melihat dan menyadari masih begitu banyak layanan dasar yang belum terfasilitasi di Kabupaten Serang. “Semoga apa yang saya berikan atau yang saya alihkan anggarannya ini bisa bermanfaat khususnya bagi desa-desa yang mendapatkan ambulans desa ini,” ucapnya.
Ratu Zakiyah mengatakan alasan menyalurkan bantuan mobil ambulans secara door to door, karena pihaknya ingin bertemu dan bertatap muka langsung dengan masyarakat yang ada di desa-desa. “Saya kangen dengan warga desa, warga Kabupaten Serang. Ingin langsung bertemu, bersilaturahmi, melihat suasana desa, dan minta pendapat serta masukan apakah warga senang dengan bantuan ini. Tentu ini juga menjadi satu hal yang luar biasa bagi saya,” katanya.
Ratu Zakiyah berharap mobil ambulans desa yang disalurkan bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta bisa membantu keselamatan jiwa seseorang terutama dalam kondisi yang betul-betul dibutuhkan.
Ia juga meminta kepada para kepala desa untuk selalu berkoordinasi dengan kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan bidan desa. “Kenapa harus berkoordinasi? Karena nanti dibutuhkan nakes atau perawat untuk ada di dalamnya dalam rangka mengawal pasien yang kondisinya tidak baik saat itu. Koordinasikan juga dengan rumah sakit rujukan dan puskesmas, sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.
Adapun untuk operasionalnya, Ratu Zakiyah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pemerintah desa untuk menyusun rencana anggaran biaya. “Pihak desa yang harus menyiapkan, karena ini sifatnya insidentil,” tandasnya.
Di samping itu, Bupati Ratu Zakiyah juga mengalihkan anggaran sewa rumah dinas untuk pembangunan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. “Saya juga mengalihkan anggaran yang seharusnya untuk rumah dinas, tapi kami alihkan anggarannya untuk bantuan rumah tidak layak huni yang kami titipkan anggarannya di Dinas Perkim,” paparnya.
Adapun untuk nilai anggarannya, sebut Ratu Zakiyah, sekitar Rp300 juta. “Jadi kalau misalnya Rp20 juta, bisa 10 sampai 15 rutilahu yang akan diperbaiki di wilayah Kabupaten Serang melalui anggaran itu,” urainya.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengatakan bantuan mobil ambulans desa berbeda dengan mobil ambulans siaga desa. Seperti yang disampaikan Bupati Serang, harus ada kolaborasi dengan tenaga kesehatan. “Jadi kita harapkan mereka betul-betul kerja sama dengan teman-teman kesehatan, karena di dalamnya ada alat-alat medis untuk merujuk demi keselamatan awal,” ujarnya.
Pada intinya, sebut Efrizal, mobil ambulans desa saat ini lebih lengkap atau menjadi mobil multifungsi. Di antaranya, tempat tidurnya bisa bongkar pasang dan bisa digunakan untuk mobilisasi kegiatan-kegiatan desa. “Jadi lebih lengkap dari mobil siaga desa. Bisa berfungsi sebagai ambulans, bisa juga berfungsi sebagai siaga desa,” katanya. (*/Jon)


