Kota Tangerang, (haluanbanten.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan curah hujan di Kota Tangerang masih berada pada kategori rendah dan musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam menghadapi musim kemarau, terutama dengan menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang kerap meningkat saat kondisi cuaca kering.
”Kami mengajak masyarakat menerapkan langkah sederhana untuk menghemat air, seperti menggunakan air secukupnya sesuai kebutuhan, memperbaiki kebocoran saluran air di rumah, memanfaatkan air bekas yang masih layak untuk menyiram tanaman, serta menampung air saat tersedia untuk kebutuhan darurat,” papar Mahdiar, Selasa (4/8/26).
Selain menghemat air, masyarakat juga diminta tidak membakar sampah, lahan kosong maupun material lainnya selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar sehingga berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Gunakan air secara bijak, hindari pembakaran terbuka dan segera laporkan apabila terjadi kekeringan atau kebakaran agar dapat segera ditangani. Dengan kolaborasi semua pihak, dampak musim kemarau di Kota Tangerang dapat diminimalkan,” jelas Mahdiar.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian hidrometeorologi, kondisi kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino yang masih aktif.
Selain menyebabkan curah hujan rendah, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah serta memicu meningkatnya potensi kebakaran permukiman maupun lahan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangerang telah berkoordinasi dengan berbagai instansi mulai dari unsur TNI melalui Koramil hingga Kepolisian. Yakni, menyiapkan unit mobil tangki air bersih hingga menyiagakan puluhan personel dan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).
Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi pelanggan tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih berasal dari Sungai Cisadane. Meski debit sungai mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaan air masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang telah menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran. Kesiapan jaringan hydrant juga terus dioptimalkan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi keadaan darurat,” tutupnya. (**)


