BNN Banten Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Nelayan di Pesisir Pantai Selatan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Banten, Sugiono saat memberi paparan

BANTEN, haluanbanten.co.id – Badan Narkoba Narkotika (BNN) Provinsi Banten menggelar sosialisasi bahaya narkoba di wilayah Pesisir Pantai Selatan Desa Cibareno kelurahan Cirendah Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak, Sabtu, (09/09/2017).

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Bidang P2M Sugiono, tiga kepala desa di Kecamatan Cilograng, Camat Cilograng selaku relawan dan penggiat pangan serta 85 Nelayan Toga dan Tokoh Masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Banten, Sugiono menuturkan, wilayah Provinsi Banten merupakan daerah yang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Banten juga dinilai sebagai daerah pintu masuk peredaran narkoba, baik melalui bandara maupun pelabuhan.

“Banten adalah zona merah narkoba. Meski secara nasional kasus-kasus narkoba Banten menurun, namun secara kualitas ternyata mengalami peningkatan. Ini yang harus kita waspadai,” katanya.

Sugiono mengaku pihaknya terus berupaya untuk mencegah dan menindak peredaran barang haram tersebut. Selain sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat, BNN Banten juga aktif melakukan tes urine kepada sejumlah instansi pemerintahan.

“Untuk menanggulangi permasalahan narkoba ini, BNN tidak bisa sendiri, dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak agar generasi muda kita selamat dari bahaya narkoba,” tambahnya.

Lebih jauh Sugiono mengungkapkan, Banten yang terkenal dengan daerah santri dan religius, ternyata masuk dalam 14 besar nasional wilayah rawan narkoba dan banyak pecandu yang berasal dari kalangan pelajar. Saat ini, lanjut Sugiono, Banten bukan lagi sebagai tempat transit tetapi sudah menjadi tempat tujuan peredaran narkoba.

“BNN memiliki empat pilar dalam menangani peredaran narkoba, pertama pemberantasan Narkoba sampai ke akar-akarnya, upaya yang harus dilakukan dengan memutus jaringan para pengedar narkoba dan memiskinkan pengedar dan bandarnya, kedua pencegahan, ketiga pemberdayaan masyarakat dan keempat rehabilitasi bagi korban,” pungkasnya.

Sugiono berharap, dengan keterlibatan aktif masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti halnya dialog, ke depan diharapkan para generasi muda khususnya para pelajar akan semakin paham dan mampu membentengi diri dari bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. (Advertorial)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *