
SERANG (Haluan Banten) – PT. Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) kembali menunjukkan
komitmen untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banten. Kali ini Bank
Banten bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan
Keluarga Berencana (DP3AKKB) Pemerintah Provinsi Banten melalui penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) tentang Pembinaan dan Pengembangan Produk Industri Rumahan yang
Dikelola Perempuan, di KP3B, Serang (16/10).
Nota kesepahaman dengan DP3AKKB Banten ditandatangani oleh Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih
dan Kepala Dinas DP3AKKB Sitti Ma’ani Nina. Pada acara bertajuk “Gelar Hasil Industri Rumahan
Perempuan Banten” ini, turut hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.
“Dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banten, Bank
Banten berkesempatan untuk berkontribusi dalam program pemberdayaan perempuan yang digagas
DP3AKKB Banten. Peran Bank Banten adalah melakukan pembinaan kepada perempuan pelaku
industri rumahan dalam aspek keuangan dan aspek permodalan, serta memberikan dukungan
permodalan kepada home industry yang dikelola perempuan,” ungkap Jaja Jarkasih.
Kerjasama ini dalam rangka membantu perempuan yang mempunyai usaha guna menopang
ekonomi keluarga untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan produksi yang
dikerjakan di rumah. Maka perlu adanya pembinaan dan pengembangan industri rumahan, sehingga
dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga. ”Pembinaan dan dukungan permodalan
akan kami prioritaskan, karena untuk memajukan usaha, dibutuhkan hasil produk yang baik,
sedangkan kualitas produk erat kaitannya dengan dukungan keahlian, modal, dan dukungan dari
para pihak terkait,” tambah Jaja.
Pada kesempatan ini pun diluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Jendela Informasi Wanita atau
disebut Si Jelita, yang diinisiasi oleh DP3AKKB Banten. Si Jelita merupakan program berbasis
teknologi informasi yang berfungsi untuk mendukung promosi dan pemasaran usaha kaum
perempuan di Banten. Aplikasi ini menjadi penghubung antara pembeli, pelaku usaha, pemodal, dan
pendukung lainnya. “Aplikasi ini akan menjadi sarana bagi Bank Banten dalam menemukan
inkubator bisnis dan memudahkan masyarakat untuk lebih produktif guna meningkatkan taraf
perekonomian, kami coba jajaki kerja sama lebih lanjut dengan DP3AKKB Banten melalui Aplikasi Si
Jelita,” tutur Jaja.
Bank Banten berharap dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, akan memperbesar porsi
penyaluran Kredit Usaha Bangun Banten di wilayah Banten. “Kredit Usaha Bangun Banten
diluncurkan sebagai komitmen kami untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Banten
terhadap industri UMKM di wilayah Banten, sehingga misi Bank Banten yaitu mendukung program
pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat Banten dapat terwujud”
tutup Jaja.(Corsec/Mar)


