
Rembang, – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler 103 Tahun 2018 dengan sasaran Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, resmi dibuka oleh Wakil Gubermur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Upacara pembukaan TMMD sendiri dilakukan di Lapangan Desa Kemadu Kecamatan Sulang. Hal itu dilakukan lantaran sulitnya akses untuk menjangkau lokasi TMMD.
Wakil Gubermur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi langkah TNI yang menggelar TMMD di Dusun Ngotoko, Desa Sedan yang merupakan daerah terpencil dan terisolir.
“Pastinya program ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan sekali oleh masyarakat. Diharapkan dengan TMMD masyarakat lebih mudah akses jalannya, roda ekonomi bisa berputar lebih baik, dan potensi wisata berupa Gua Lowo serta potensi lainnya bisa dikembangkan kedepannya,” ucap Taj Yasin.
Turut hadir dalam pembukaan TMMD Reguler 103 tersebut, Komandan Korem 073 Makutarama, Kolonel Arm Moch Erwansjah, Bupati Rembang H Abdul Hafidz beserta jajaran Forkopimda Rembang.
Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S.Sos. selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD menyebutkan, dipilihnya Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu karena wilayah ini merupakan daerah terisolir yang tidak memiliki akses jalan yang layak sehingga menyulitkan warganya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Selain kegiatan fisik, nanti juga akan dilaksanakan 40 kegiatan non fisik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sasaran pengerjaan fisik adalah pengerjaan jalan makadam, dan cor sepanjang 2,2 kilometer, serta pembangunan pos kamling. Juga ada kegiatan non fisik seperti pendampingan kepada warga,” terangnya.
Usai upacara, Wakil Gubernur Taj Yasin beserta rombongan bertolak keokasi TMMD. Mereka harus menaiki kendaraan off road yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Hal itu disebabkan karena sulitnya akses jalan untuk menjangkau lokasi TMMD.
Kepala Desa Pasedan, Kusman mengatakan, letak Dukuh Ngotoko sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Pasedan.
“Anak-anak warga Ngotoko kalau mau berangkat sekolah harus jalan kaki sepanjang tiga kilometer. Mereka berangkat sekitar jam 5 pagi setiap hari. Dulu juga pernah, ada ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan hendak dibawa ke bidan desa di Pasedan. Karena aksesnya yang sangat susah ini akhirnya ibu ini melahirkan di jalan naik motor itu, beruntung semuanya kondisinya sehat,” ucapnya.
Dengan TMMD Reguler diharapkan Dusun Ngotoko yang sebelumnya merupakan daerah terisolir dapat memiliki akses jalan yang layak untuk menggerakkan roda perekonomian sehingga kesejahteraan warganya meningkat.(0720)

