
Rembang – Legen adalah minuman yang dibuat dari bunga pohon siwalan (bisa juga kelapa dan aren) yang bunganya berbentuk sulur, sulur bunga ini di potong sedikit demi sedikit untuk di sadap getahnya yang ditampung pada sebuah tabung yang biasanya terbuat dari potongan batang bambu satu ruas. Lama penyadapan ini biassanya semalam, pada sore hari tabung bambu ini (disebut bumbung) diletakkan sebagai penampung, maka pada pagi harinya sudah memuat banyak penuh satu tabung. Satu manggar bunga biasanya menghasilkan sekitar tiga hingga enam tabung legen.
Legen memang menyegarkan, namun darinya bisa juga diolah menjadi tuak dengan kadar alkohol tinggi. Semakin lama rentan waktu yang dilewati legen, maka semakin banyak pula kadar alkohol yang ada didalamnya, yang artinya Legen tersebut sudah menjadi tuak yang memabukkan.
Pada saat Dansatgas berada dilokasi TMMD ada seorang pedagang minuman dan bersama anggota Satgas dilapangan mencoba minum legen khas Rembang. Berkah pembangunan jalan oleh TNI melalui program TMMD Reguler 103 Kodim 0720/Rembang, kini menjadikan Umbar (40) pedagang Es Legen (minuman dari pohon aren) keliling dari Desa Sulang Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, tambah langganan dan menjadikan tambahan penghasilan baru.
Meskipun Umbar, merupakan warga desa tetangga, namun kini dia ikut senang serta mulai menatap prospek peningkatan ekonomi kedepannya, perihal peningkatan akses antar dusun yang sudah puluhan tahun dinantikan warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan..
Ditanya terkait keberadaan anggota Satgas, dia mengaku Es Legennya mulai laris manis dengan pelanggan barunya itu, sebab biasanya hanya penduduk setempat (Pasedan) yang membeli dagangannya itu.
“Saya ikut senang jalan diperbaiki menuju Pasedan, karena memudahkan penjual keliling seperti saya untuk kesana menjual dagangan. Jika saya terlambat datang dan agak kesiangan, sudah ada Bapak Tentara yang menelpon memesan Es Legen. Alhamdulillah inilah rejeki baru saya sekarang,” tuturnya.(0720)

