
PALU, SULTENG (Haluan Banten) – Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) Cilegon, Banten berikan Santunan kepada Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at 16/11/18.
Ketua Yayasan, H. Helldy Agustian mengatakan Kegiatan ini adalah sebagai Wujud Peduli terhadap Saudara kita yang tertimpa Bencana Alam, Yayasan membagikan Santunan kepada anak- anak 360 Amplop dan 50 Amplop kami salurkan untuk membantu pembangunan Mushollah, Jumlah Amplop yang dibagikan 410, isi masing- masing Amplop senilai Seratus Ribu Rupiah, jadi Total bantuan yang diberikan Rp 41Juta. Alhamdilillah masyarakat di pengungsian banyak mengucapkan terima kasih, semoga bantuan ini berkah dan dilpat gadakan Rezekinya para Donator YSHK, “tentu bantuan ini tidak sebanding dengan apa yang diderita saudara kita di Palu dan tempat lainya” jelasnya.
“Namun sebelum itu, H. Helldy menceritakan kami sudah bertanya ke beberapa teman yang sudah ke sana (Palu) sebaiknya bantuan berupa Uang Tunai saja, sebab mereka sudah banyak mendapat bantuan dalam bentuk lainya. Di saat kami disana bersamaan kedatangan Artis Sinetron “Anak Langit” sedang menghibur anak – anak di pengungsian setelah acara mereka baru kami kumpulkan anak – anak untuk membagikan Santunan” tuturnya.

Selain itu, Helldy menjelaskan kegitan ini bersama anggota YSHK Nazar, Aip dan rombongan berangkat menuju Palu, Sulawesi Tengah Jam 02.30 WIB Dini hari, tiba di Palu jam 06.30 WIT, karena ada perbedaan Waktu Satu Jam dengan jakarta.
“Alhamdulillah kami di percaya Teman, Sahabat dan saudara yang memberikan bantuannya kepada Yayasan Suara hati kita untuk menyalurkan langsung Santunan kepada saudara kita Korban Bencana Gempa dan Tsunami dan dibantu rekan – rekan yang ada di Palu bernama Asri, Mohamad Fahmi dan Arya” lanjutnya.
Lanjut Helldy, sebelum membagikan Santunan, Setelah Makan Pagi kami mengunjungi kelurahan Patobo, Kecamatan Palu Selatan, kami menyaksikan Mobil berserakan dan Tanah Naik 10-15 Meter serta Tiang Listrik dan Rumah yg bergeser akibat Likuifaksi Tanah, kemudian kami Sholat Jum’at di Masjid Jami di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli yang mana rombongan menyaksikan langsung Masjid Jami tersebut utuh tidak ada yg rusak, sementara daerah sekitarnya semuanya rata dengan Tanah, selain itu juga mengunjungi Masjid terapung. Kemudian dalam perjalanan kami mengunjungi penampungan pengungsi dan akhirnya kami mengunjungi Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat yang padat penduduknya, kami melihat langsung lokasi tersebut dan kami juga mengunjungi penampungan pengungsi di atas Bukit yang dipenuhi Tenda-tenda yang begitu padat’ paparnya. (Ydn).


