TANGSEL (Haluan Banten) – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengungkapkan pengajian merupakan sarana efektif untuk lebih mendekatkan diri serta meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Hal tersebut diungkapkan dalam pengajian Dhuha Akbar bersama KH Yusuf Mansur di Masjid Al I’tishom, Ciputat, Jumat (18/1).

Selain itu, diharapkan dapat memperlancar komunikasi dalam sebuah kerangka silaturahmi yang semakin erat antara berbagai komponen umat Islam. Sehingga mampu memperkokoh ukhuwah islamiyah yang bermuara pada terpeliharanya persatuan dan kesatuan di Kota Tangsel.

“Pengajian ini juga sebagai ilmu yang sangat bermanfaat di dalam hidup kita. Karena ibadah tanpa disertai ilmu akan menjadi sia-sia. Ilmu merupakan kunci untuk menyelesaikan segala persoalan, baik persoalan yang berhubungan dengan kehidupan duniawi,”ungkapnya.

Pengajian yang dilaksanakan ini, hendaknya dapat diperhatikan dan diikuti dengan baik oleh seluruh jamaah agar materi yang disampaikan nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Untuk itu, saya menghimbau agar kiranya kekompakan dan kebersamaan kita ini dapat terus terbina dan ditingkatkan lagi demi tetap terlaksananya kegiatan ini secara istiqomah, agar dapat tercipta semangat keagamaan kita dan menyuburkan keimanan, agar kita dapat menjalani hidup dan kehidupan ini pada jalan yang benar yang diridhoi Allah,”ucapnya.

Sementara itu KH Yusuf Mansur dalam kajian dhuha membahas tentang indahnya bersedekah, dan mendahuluhkan Allah. Bahkan dirinya mengajak masyarakat tangsel untuk bersedekah.

“Kita semua harusnya nggak perlu khawatir dengan rezeki yang kita miliki, tidak perlu khawatir dengan apa yang kita cita-citakan, cita-cita itu yang besar sekalian, jangan tanggung-tanggung. Dekati saja pemiliknya, kalian pasti akan diberi apa yang kalian mau. Percaya deh, coba saja,” katanya.

Untuk itu, ia menyarankan amal yang berkelanjutan seperti Shalat Tahajud, Shalat Dhuha, sedekah, Puasa Senin-Kamis, dan Puasa Daud. “Kebutuhan setiap orang bukan nilai fisiknya tapi frekuensinya dalam melakukan kebaikan seperti shalat jamaah mendapat pahala 27 derajat dibanding shalat sendiri, shalawat di hari Jumat lebih banyak pahala dibanding hari lain, dan sedekah ketika di majelis lebih berlipat daripada sedekah di luar majelis,” katanya.

Ibarat orang berdagang, maka yang dibesarkan bukan jumlah dagangannya secara fisik, tetapi jaringan dagangnya yang harusnya diperluas dengan banyak bersedekah dan Shalat Dhuha setiap hari sebanyak delapan rakaat. (Humas_Kominfo/Ydn)