SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Tailor Made Training (TMT) melalui program unggulan POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran) Gelombang VI Tahun 2026. Acara pembukaan dilaksanakan di Balai Besar Poliran Polda Banten di kawasan Kasemen kota Serang pada Senin (27/04/2026).
Program POLIRAN merupakan wujud nyata kepedulian Polda Banten terhadap kondisi sosial kemasyarakatan, khususnya dalam menekan angka pengangguran di wilayah hukum Polda Banten yang menurut data BPS tahun 2026 masih mencapai angka 6,63% atau peringkat ke-4 tertinggi secara nasional.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui pembekalan keterampilan.
“Kegiatan ini sangat sederhana namun penuh makna dan harapan. Kami ingin rekan-rekan yang belum memiliki pekerjaan tetap memiliki peluang, baik untuk disalurkan ke industri maupun menjadi wirausaha mandiri. Pelatihan ini dirancang spesifik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Kapolda Banten.
Pada gelombang ke-6 ini, terdapat 75 peserta yang akan mengikuti pelatihan selama empat hari, mulai dari 27 hingga 30 April 2026. Kurikulum pelatihan dirancang secara spesifik dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, yang mencakup lima bidang utama:
1. Pelatihan Dasar Kelistrikan;
2. Pengelolaan Sampah bernilai ekonomis;
3. Budidaya Ikan sistem Bioflok;
4. Pembuatan Pupuk Organik Cair;
5. Pertanian dengan metode Hidroponik.
Kapolda juga memaparkan keberhasilan program POLIRAN sejak gelombang pertama hingga kelima yang telah meluluskan total 492 orang peserta.
“Data menunjukkan bahwa dari lulusan sebelumnya, sebanyak 251 orang telah berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai industri, dan sisanya sukses membangun wirausaha mandiri di bidang pertanian dan perikanan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan mencontohkan potensi ekonomi dari pertanian sayuran yang permintaannya sangat tinggi di restoran-restoran besar, seperti di wilayah Cilegon.
“Jangan hanya terpaku ingin bekerja di pabrik. Menjadi wirausaha mandiri melalui ilmu yang didapat di sini, seperti hidroponik atau pengelolaan sampah, memiliki nilai ekonomi yang sangat besar jika ditekuni dengan serius,” pesan Irjen Pol. Hengki.
Menutup sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI, khususnya BBPVP Serang, atas sinergi dalam penyediaan instruktur dan fasilitas pelatihan.
Program POLIRAN diharapkan dapat terus berlanjut sebagai ikhtiar Polri dalam mewujudkan masyarakat yang produktif, sejahtera, dan semakin dicintai masyarakat.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin 27 April 2026 pukul 08.37 WIB, Pelatihan POLIRAN Gelombang VI resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
Ditempat yang sama dirbinmas Polda Banten Kombes Pol. Imam Tarmudi, S.I.K., M.H. saat di konfirmasi menyampaikan, Program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran) ini bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan dari Polda Banten untuk hadir sebagai solusi nyata di tengah persoalan sosial masyarakat. Sebagai fasilitator, tugas kami adalah menjembatani masyarakat yang memiliki kemauan kuat untuk maju dengan sumber daya pelatihan yang tepat sasaran yang kerjasama dengan BBPVP Serang.
“Kami berperan sebagai penggerak utama untuk memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya datang dan duduk, tetapi pulang membawa ‘senjata’ berupa skill yang relevan. Baik itu di sektor pertanian hidroponik, peternakan melalui metode bioflok, hingga pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair dan padat. Kita ingin mengubah pola pikir; bahwa limbah yang selama ini dianggap sampah, melalui sentuhan kreativitas dan ilmu pengetahuan, bisa menjadi sumber ekonomi baru yang menjanjikan bagi keluarga.”
“Kepada para peserta, Jangan pernah merasa rendah diri karena belum memiliki pekerjaan tetap. Melalui pelatihan ini, kita sedang membangun mentalitas wirausaha. Saya ingin kalian menjadi tuan di negeri sendiri, mengelola tanah dan potensi alam Banten dengan tangan-tangan terampil kalian sendiri”.
“Ingat, keamanan yang paling hakiki dimulai dari perut yang kenyang dan kesejahteraan keluarga yang terjaga. POLIRAN adalah langkah awal kita menuju Banten yang lebih mandiri dan sejahtera.” Tutupnya.


