
TANGSEL (Haluan Banten) – Menyambut Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Cina yang jatuh setiap Tanggal 5 Februari , Warga keturunan Tionghoa yang ada di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pembersihan semua patung yang ada di Vihara Kwang In Thang, Pondok Cabe Udik, Rabu 30/1/2019.
Pengurus Vihara Kwan In Thang Frankie menjelaskan, membersihkan Patung atau Rupang Buddha ini sudah menjadi Tradisi bagi setiap warga Tionghoa menjelang Tahun baru Imlek yang biasanya dilaksanakan seminggu sebelumnya.
“Ini tradisi setiap tahun diadakan jelang tahun baru Imlek, biasanya dimulai seminggu sebelum Imlek kalau kita ( warga tionghoa) dibilangnya tanggal 24 bulan 12. Setiap Vihara membersihkan patung-patung yang ada,” jelasnya.
Selain itu, Frankie menceritakan bahwa Vihara Kwan In Thang memiliki sekitar 50 rupang yang dibersihkan, meliputi beberapa rupang yang dikenal warga Tionghoa dan umat Buddha.
“Di Vihara Buddha kita ini, ada Sakyamuni Buddha, Bhaisajyaguru Buddha, Amitabha Buddha, Kwan In Phu Sa, sama Dewa Pelindung Dhamma,” ungkapnya.
Sementara pelaksanaan Pencucian patung yang dilakukan oleh umat Buddha ini memiliki makna tersendiri, yang dimaknai sebagai pembersihan diri.
“Sebetulnya makna dari cuci rupang tersebut sebagai refleksi diri sebagai umat Budha, membersihkan diri sendiri, merenungkan apa saja kesalahan yang kita perbuat selama satu tahun ini. Jadi intinya membersihkan diri sendiri,” tuturnya
Frankie lebih lanjut menceritakan, dalam Tahun Baru Imlek kali ini, merupakan pergantian dari tahun Anjing ke tahun Babi. Tentunya setiap warga Tionghoa mempunyai harapan – harapan yang lebih baik dipergantian tahun baru Imlek tersebut.
“Tahun Babi biasanya dianggap membawa keberkahan untuk semua, yang sesuai dengan harapan kita semua, mendapatkan berkah, kedamaian serta membawa sejahtera untuk semua umat manusia,” tutupnya.(***)

