
TANGSEL (Haluan Banten) – Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, bersama dengan Wakil Walikota Benyamin Davnie, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Deputi Direktur Wilayah Banten Teguh Purwanto menjenguk petugas damkar yang mengalami kecelakaan mobil saat bertugas. Di Rumah Sakit Omni, Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (6/2).
“Kami turut prihatin pada karyawan damkar kota Tangsel. Saya hadir untuk memastikan, bahwa korban sebagai peserta jaminan BPJS Ketenagakerjaan, mendapatkan perawatan dengan semestinya, dan mendapatkan manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan saat ditemui di Omni Alam Sutera.
Agus menjelaskan dari peristiwa ini betapa pentingnya kepemilikan jaminan sosial tenagakerjaan. Kalau kecelakaan seperti ini, maka menjadi kewajiban BPJS. “Kita akan layani dan tangani berapapun besar biaya perawatannya, kita akan bayari sepenuhnya,”jelasnya.
Agus mengatakan, korban dalam kondisi geger otak harus ada tindakan bedah tengkorak. Ini menjadi tanggungjawab BPJS sampai sembuh, berapapun biayanya, “Tadi dokter sudah melakukan bedah tengkorak dan kurang lebih biayanya diatas Rp 500 juta, berapapun besarnya biaya akan ditanggung BPJS,”ucapnya.
Bahkan selama korban dirawat dirumah sakit, ada santunan sementara tidak bekerja, yakni upah yang dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan upah yang diterimanya.
Dirinya pun mengingatkan bagi seluruh pekerja wajib mempunyai BPJS Ketenagakerjaan, baik formal, informal, Non ASN. “Seperti korban ang dirawat merupakan pekerja non ASN, saya terima kasih kepada Ibu Walikota Tangsel yang konsen memperhatikan pegawainya,”katanya.
Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yakni 50 juta peserta dan 1500 pekerja non ASN. “Seluruh peserta mendapatkan manfaat yang sama dan optimal , seluruh biaya ditanggung BPJS,”singkatnya.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, turut berduka dengan peristiwa kecelakaan kerja ini. “Saya berduka ada staf pegawai kita yang mengalami kecelakaan, dari awal sudah disampaikan, petugas damkar, kebersihan harus dicover asuransi, sehingga bisa dilindungi. Seperti staf kita ini bisa dilakukan tindakan operasi dibagian kepala, semoga bisa pulih kembali dan dapat bekerja kembali di damkar,”ungkapnya.
Airin sangat berkomitmen, karena hampir 100 persen pegawai non ASN dilingkup Pemkot Tangsel sudah diterdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Dirut BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan apresiasi untuk walikota Tangsel. “Kami sangat apresiasi kepada bu walikota yang telah mengcover pegawai non ASN untuk mendapatkan pelayanan yang sama jika mengalami kecelakaan kerja,”singkatnya.
Saat ditanya bagaimana kondisi Doni yang saat ini dirawat di ICU Rumah Sakit Omni, Wakil Walikota Benyamin Davnie menceritakan kondisinya, pasien dalam kondisi sehat, sudah sadarkan diri setelah menjalankan operasi tengkorak, dan dalam waktu dekat ini akan dipindahkan ke ruang perawatan. “Sudah bisa sadar, dan sudah bisa bicara, kita doakan agar cepat pulih,”ungkapnya. (Humas_Kominfo/Yudhi)


