TANGSEL (Haluan Banten) -Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengajak ibu-ibu Halaqoh Majelis Taklim untuk tidak terpancing hoax, hal tersebut diungkapkan Airin dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Halaqoh Kebangsaan di Intermark, Serpong, Sabtu (9/2).

Airin sedih masih ada pihak yang dia nilai menggunakan agama untuk melakukan perundungan terhadap orang lain.”Saatnya ibu-ibu majelis taklim menerangi hoax karena kita ini sudara. Bahkan Rosul mencontohkan politik yang baik, jangan sampai pengajian bubar karena beda pilihan, jangan sampai itu terjadi lagi, terlepas dari apapun, majelis taklim tempat kita berkumpul, mendapatkan pelajaran untuk meningkatkan ilmu keagamaan,”ujar Airin yang menggunakan kerudung kuning.

Airin mengajak untuk ibu-ibu majelis taklim untuk berkomunikasi yang baik, meski berbeda pilihan.”Kita sadar betul sekarang lagi ajang demokrasi, apalagi pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) bersamaan, bapak ibu pasti pusing mendapatkan 5 surat suara untuk menentukan, kpps akan menghitung sampai malam hari, ini kita harus lalui, sehingga jangan terpancing oleh hoax,”ungkapnya.

Airin mencontohkan berita hoax yang dialaminya, salah satunya, saat pembagian sertipikat tanah oleh Presiden Jokowi di Pondok Cabe, Pamulang belum lama ini.

Informasi yang ia dapat, pembagian sertipikat tanah sepi undangan. Padahal, kenyataannya pemerintah mengundang 40 Ribu warga.

“Disini saya juga ingin mengklarifikasi, berita hoaks dan fitnah terjadi. Jadi pada intinya mereka menyebarkan hoaks atau isu persoalan bahwa pembagian sertipikat oleh Presiden di Pondok Cabe itu sepi. Padahal, saya saksi mata menyaksikan jumlah yang hadir itu diatas 23.000 orang,” ucapnya.

Airin mengungkapkan birokrasi reformasi di BPN atau pertanahan terjadi sejak Presiden Jokowi, “Dulu mengurus surat tanah lama hingga tahunan, sekarang kita dimudahkan, bahkan Tangsel mendapatkan quota 40 ribu, dan di Tahun ini quota Tangsel 30 ribu, ayo sama-sama kita manfaatkan program ini untuk masyarakat Tangsel agar tanah yang dimiliki mempunyai alas hak yang kuat yakni sertipikat, “ungkapnya.

Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan pentingnya majelis taklim sebagai penjaga batas nilai. Sehingga masyarakat terutama generasi muda tidak mudah terprovokasi hoax.

“Kaum perempuan ‘Keren’ ini punya peran penting menjaga Indonesia dari turbulensi hoax yang melanda seluruh sendi hidup masyarakat,” ujarnya.

Maman menambahkan bahwa hoax bahkan menjungkir-balikkan akal sehat serta akal budi. Maman mengatakan, hoax memakan banyak korban, termasuk Presiden Jokowi yang dia nilai bekerja keras untuk rakyat tetapi mendapat caci maki, fitnah dan penghinaan.

“Kita perkuat nilai keimanan, teguhkan komitmen kebangsaan dan terus berjuang untuk Indonesia maju yang berdaulat dan mandiri,” katanya.

Dalam acara maulid hadir Ketua Halaqoh Majelis Taklim (HMT) Nuryati mutado,Pembina HMT Ida Fauziah, anggota DPR RI Siti Masrifah. (Humas-Kominfo/Yudhi)