
CILEGON (Haluan Banten) – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas III Cilegon Lakukan panen perdana melon madu hasil budidaya Warga Binaan Pemayarakatan (WBP) di Komplek lapas Cilegon, Senin (25/02/2019).
Kegiatan yang dihadiri oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Banten Sutriman, seluruh kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pemasyarakatan se – Serang raya, kepala UPT Imigrasi, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon Wawan Hermawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) se – Kota Cilegon serta para undangan.
Kakanwil Kemenkumham Provinsi Banten, Sutriman mengatakan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kota Cilegon khususnya DKPP, yang telah memberikan bantuan serta dukungan untuk mencitakan kemandirian bagi WBP di Lapas Cilegon.
“kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang membantu dan mendorong untuk terciptanya kemandirian bagi mereka warga binaan, harapan kita jika mereka bebas nanti sudah punya keterampilan seperti menanam melon ini, mungkin mereka jika sudah bebas sudah punya mata pencaharian lain,tapi alternatif lain adalah dengan budidaya melon,’ kata Kakanwil.
Sutriman melanjutkan, pembinaan kemandirian semacam ini adalah untuk yang kesekian kalinya dilaksanakan diseluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lapas di seluruh Indonesia.
‘tujuannya adalah bagaimana mendorong Lapas dan Rutan tidak hanya dipenuhi cerita narkotika dan kejahatan lainya saja, sekarang kita punya cerita yang lain yaitu manisnya melon madu hasil budidaya WBP kita,’ ucap Sutriman.
Dikesempatan yang sama Walikota Cilegon Edi Ariadi, menyampaikan sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Lapas Cilegon terhadap warga binaannya, yang telah mengubah image lapas dari hal – hal yang selalu negatif, menjadi hal – hal yang baik.
‘Atas nama pemerintah Kota Cilegon, saya sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh lapas untuk membina warga binaanya kekegiatan yang positif.’ ujar Walikota.
Selain itu Edi menyambut baik atas segala yang telah dicapai dan ,kita bangun bersama dengan cara saling berkoordinasi dengan pihak dinas Pertanian Kota cilegon.
‘Silahkan pihak Lapas berkoordinasi dengan Dinas Pertanian terkait denga lahan dan pendanaan untuk kegiatan kelanjutanya kita siap membantu,pemerntah Kota Cilegon tidak akan mempersulit, sesuatu jika itu untuk membangun,’ ucapnya.

Kepala Lapas kelas III Cilegon Heri Aris Susila menyampaikan, tujuan dari program pembinaan kemandirian pertanian warga binaan Lapas Cilegon adalah untuk menyelaraskan persepsi arah kebijakan Kemenkumham dalam program kemandirian bagi kegiatan dibidang asimilasi bidang pembinaan pemasyarakatan, khususnya program kemandirian bidang pertanian.
Memberikan pengetahuan dan keahlian bagi WBP dalam upaya untuk memberikan keterampilan sebagai bekal usaha memulai hidup ketika bebas dari lapas.
“jadi kami memberikan pengetahuan kepada mereka untuk segagai bekal usaha jika bebas nanti,’ jelas Aris.
Lebih lanjut Aris menuturkan, kegiatan penanaman melon dilaksanakan kurang lebih 120 hari, dari lahan kosong sampai menghasilkan buah melon. Untuk luas tanahnya lebih kurang 2000 Meter persegi.
“Dari yang awalnya lahan kosong, terus ditanami melon sampai menghasilkan kurang lebih memakan waktu 120 hari, lahan yang kita punya sekitar 2000 M2, dengan pesertanya adala warga binaan yang sedang menuggu Surat Keputusan (SK) pembebasan, sedangkan instrukturnya dari DInas Pertanian.’ tuturnya. (Mardianto)


