Haluan Banten – “Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Rapat Kerja Center of Excellence sebagai pelestarian nilai-nilai khasanah budaya Banten dalam layanan perpustakaan dan informasi. Sehingga kekuatan koleksi/referensi berkaitan dengan khasanah budaya dan kearifan lokal Banten bertambah dan menjadi lebih mudah untuk diakses oleh masyarakat.”

Demikian diungkap Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Daerah III Gubernur Banten Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Samsir dalam  Rapat Kerja Center of Excellence (CEO) Budaya se-Jawa, di Hotel Ledian Kota Serang. Selasa, 9/4/2019. Raker CEO Budaya se-Jawa ini mengangkat tema “Menggali Khasanah Budaya Lokal Ke-Banten-an dengan Pengembangan Center of Excellence.”

Masih menurut Gubernur, kekayaan informasi merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk sumber daya yang memiliki daya saing. Perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi memegang peran penting dalam membentuk sumber daya tersebut. Perpustakaan harus dilengkapi dengan sarana penunjang yang memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi.

Sejalan dengan perkembangannya, perpustakaan juga menjalankan fungsi sebagai penyelenggara berbagai forum penerangan dan pembahasan tentang masalah-masalah aktual, antara lain melalui penyelenggaraan diskusi panel, seminar, simposium, lokakarya, dan sebagainya.

“Rapat Kerja Center of Excellence ini diharapkan dapat memetakan keragaman budaya, seni dan kearifan lokal dalam khasanah keBantenan. Provinsi Banten saya harapkan dapat memberikan layanan perpustakaan yang menerapkan standar kerja yang sangat tinggi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan dan informasi untuk memenuhi kebutuhan  pemustaka akan informasi tentang budaya dan khasanah keBantenan,” tegas Gubernur.

Dijelaskan, berkenaan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, perkembangan koleksi digital merupakan suatu kebutuhan mendasar. Perpustakaan sebagai sumber pengetahuan memiliki peran penting dalam mendidik para pengguna perpustakaan untuk memanfaatkan informasi digital, baik dalam pembelajaran maupun member dampak pada kehidupan di masyarakat. Pengembangan materi literasi informasi digital agar terus dikembangkan untuk meningkatkan layanan unggulan perpustakaan berbasis teknologi informasi.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Januari 2018, merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa penggunaa internet di Indonesia telah mencapai 143,2 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan potensi ketersebaran informasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat Banten kepada khalayak luas melalui jaringan internet.

“Untuk itu pada raker ini Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergitas seluruh stakeholder bidang kebudayaan dapat melakukan kajian dan pemetaan budaya yang meliputi wilayah ide, perilaku dan hasil karya budaya meliputi fenomena yang terjadi di masyarakat berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal berupa upacara adat, Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Cagar Budaya,” harap Gubernur.

“Provinsi Banten sebagai provinsi yang multikultural yang memiliki keragaman dan Perpustakaan merupakan salah satu faktor penunjang sektor pendidikan, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Banten Ajak Moeslim melaporkan, dari literatur Undang-undang nomor  43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, ada kewajiban-kewajiban yang harus dikembangkan oleh pengelola perpustakaan meliputi; 1) Perpustakaan harus mampu berdaya saing, 2) Perpustakaan harus ada sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi terutama bidang teknologi informasi dan komunikasi serta 3) Masing-masing daerah di tuntut untuk mengembangkan Center of Excellence.

Perpustakaan Nasional mengagendakan yang digagas sejak tahun 2010 bahwa Indonesia harus mempunyai pusat unggulan, yang dibangun dari daerah-daerah, oleh karena itu lanjut Ajak, sangat relevan kita yang ada di daerah menggali apa saja yang menjadi kunci keunggulan, yang apabila diasah menjadi daya saing keunggulan daerah.

“Mudah-mudahan pertemuan raker perpustakaan nasional provinsi ini tidak semata-mata menjadi rutinitas melainkan bahwa semua Center of Excellence (CoE) daerah akan dikembangkan dan dijadikan semacam perpustakaan digital unggulan yang nantinya siapapun bisa mengaksesnya. Hal ini selaras dengan program pembangunan perpustakaan digital yang sedang gencar-gencarnya di kembangkan oleh perpustakaan nasional,” tegas Ajak.

“Budaya literasi yang sudah mengakar di Banten ini akan kita angkat menjadi bagian dari CoE Provinsi Banten, terutama literasi karya-karya yang sudah menusantara bahkan mendunia yang dihasilkan dan ditulis oleh Syech Nawawi al-Bantani, karena kami sudah mulai menterjemahkan dan mencetaknya,” imbuh Ajak.

Hadir pada kesempatan itu Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi dari Perpustakaan Nasional Opi Sopiana, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, DKI Jakarta dan Banten.