Rumah dengan dinding cat putih berdiri diantara hamparan kebun di Kampung Blukbuk Bojong, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Tidak ada yang akan menyangka, jika rumah tersebut 20 hari sebelumnya hanya gubuk reyot yang nyaris roboh.

Di rumah yang sangat tidak layak huni itu, Jumroh (58) bersama tiga orang anaknya hidup. Kemiskinan membuat janda tidak mampu itu tidak berdaya memperbaiki kondisi rumahnya.

Namun, penampakan itu kini telah berubah. Rumah kumuh sebagian besar berbahan bambu itu telah berubah menjadi rumah permanen.

Bahkan, Jumroh yang awalnya tidak memiliki dapur, kamar mandi dan sumur, kini tak perlu lagi merepotkan tetangganya. Karena, ketiganya telah tersedia di rumah barunya tersebut.

Berubahnya kondisi rumah Jumroh tidak terlepas dari peran Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 Kronjo Kodim 0510/Tigaraksa.

Sejak 20 hari yang lalu, Satgas yang dikomandoi Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Parada Warta Nusantara Tampubolon itu terus menggeber pembangunan rumah itu.

Berkali-kali Letkol Parada mendatangi lokasi itu, ia menginstruksikan personelnya untuk mempercepat pembangunan rumah dengan tetap menjaga kualitas.

Disatu kesempatan, Letkol Parada bahkan sempat menitikkan air mata karena iba dengan kondisi perempuan yang sehari-hari tak memiliki tulang punggung keluarga itu. Anak lelakinya pun tak bekerja. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, wanita yang tak memiliki penglihatan sempurna itu (tuna netra) hanya mengandalkan bantuan dari tetangganya.

“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi Ibu Jumroh, kebahagiaannya tentu kebahagiaan kami juga,” ujar Letkol Parada yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD 105 Kronjo itu.

Kini, Jumroh tak lagi ketakutan saat angin dan hujan deras turun, sebab rumah permanen yang kokoh akan segera dimilikinya.

haluanbanten.co.id
ID:2457 Responsif