Kondisi kebudayan sebuah kota dapat dinilai dari perilaku warganya berlalu lintas. Di kota yang lalu lintasnya semrawut, persoalan lainnya pun kadang serupa.

Disiplin bukan produk instan. Harus ditempa melalui proses pendidikan maupun pelatihan, serta didukung oleh lingkungan sosial yang baik. Karenanya, pendidikan berlalu lintas pun masuk ke sekolah.

Hal itu diungkapkan Iptu Rastika, personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 0510/Tigaraksa kepada wartawan usai memaparkan materi Etika, Tata Tertib Berlalu Lintas kepada sekitar 130 pelajar SMA Tarakanita Cikupa Kabupaten Tangerang, Selasa (6/8/2019).

Rastika yang setiap hari berjibaku dengan hiruk pikuk lalu lintas menilai, pendidikan disiplin berlalu lintas sangat penting, sebab menurutnya, hingga saat ini, belum ada materi pelajaran yang menyoal lalu lintas di sekolah formal.

“Sehingga melalui TMMD ini, kami gencar mendatangi sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang untuk mengedukasi pelajar, salah satunya terkait etika dan tata tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Ia berharap, meski penyampaian materi itu baru sekali diterima para pelajar, namun mulai tumbuh kesadaran kritis bahwa kemacetan lalu lintas tidak terlepas dari perilaku pengguna jalan yang mengabaikan ketaatan pada peraturan lalu lintas.

“Kami berharap budaya taat hukum pun semakin tumbuh pada remaja, sebab disiplin berlalu lintas padanannya patuh pada peraturan lalu lintas,” tambahnya.

Kegiatan itu telah berlangsung sejak 10 Juli 2019. Satgas Non Fisik TMMD telah mengedukasi ratusan pelajar SLTA di Kabupaten Tangerang.

“Semoga melalui sosialisasi ini, disiplin pengguna jalan meningkat, sehingga angka kecelakaan lalu lintas pun dapat ditekan,” pungkasnya. #Kodim 0510/Tigaraksa.

haluanbanten.co.id
ID:2457 Responsif