Haluan Banten – Saya rasa walau tgl 25 november 2019 sebagai HUT Guru sudah berlalu, namun jiwa dan roh guru insyallah masih melekat,
Salam sahabat guru di manapun anda berada kali ini saya menulis cara menjadi guru yang dicintai anak didik, di cintai dalam arti di hormati dan di rindukan, siapapun yang menjadi guru sangat bangga saat anak didik kita menganggap kita sebagai orangtuanya yang kedua setelah ibu bapak mereka di rumah, dalam beberapa studi membuktikan kaitan antara rasa kagum siswa terhadap gurunya menjadi salah kunci keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran.

Saya sering melihat beberapa sahabat saya di sekolah yang begitu akrab dengan anak didiknya sehingga tingkah lakunya di ikuti oleh beberapa anak seperti cara berjalan, dan berbicara. Ada juga anak-anak yang begitu melihat gurunya tertawa kegirangan sambil memanggil nama gurunya dengan riang lalu mencium telapak tangannya dengan hormat. Pemandangan seperti inilah yang membuat saya atau bahkan mungkin anda ingin selalu menjadi guru untuk selamanya.
Beberapa perilaku anak-anak siswa seperti yang saya ceritakan di atas tidaklah terjadi begitu saja tanpa sebab, dari beberapa pengalaman sahabat guru saya yang saya amati, mereka ternyata memiliki sikap yang menyebabkan siswa menjadi begitu merindukan figur guru seperti mereka di sekolah, beberapa? berarti tidak semua dong guru yang bisa menjadi sosok yang di cintai dan di hormati oleh anak didiknya? Jawabannya benar. Menjadi sosok guru yang dicintai oleh anak didik bukanlah tanpa proses, pengalaman serta jam terbang mengajarpun menjadi faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang guru , namun faktor yang lebih penting dari itu adalah hati, jadi sebelum kita mempelajari cara-cara menjad guru favorit perbaiki niat kita ,karena mengajar adalah ibadah ,saya yakin dan percaya keikhlasan hati seorang guru dapat di lihat dari sikap murid yang di ajarnya.
Baiklah berikut cara dan kiat menjadi guru favorit di mata anak didik :
Ikhlas karena Allah , didiklah siswa kita dengan ke ikhlasan tanpa ada unsur kepura-puraan karena ingin di puji ataupun karena ingin memenangkan lomba guru favorit (di beberapa kota sering diadakan sayembara pemilihan guru favorit yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun dinas terkait).

Saat bertemu mereka sapalah dengan panggilan lembut contohnya “anakku” atau “nak” disertai dengan senyum, jika anda guru TK atau SD bisa memanggil dengan panggilan “sayang”, “cantik” atau “cakep”.
Saat berjabat tangan usaplah kepala mereka dengan lembut , ingat jika anda mengajar di SMP dan SMA hindari ini pada murid yang berlainan jenis kelamin dengan anda.

Saat mengajar sesekali bercandalah dengan mereka tapi jangan berlebihan, candaan tidak boleh jauh dari materi yang anda ajarkan, dan sebaiknya saat anda menceritakan cerita lucu sebaiknya anda jangan ikut tertawa, mengapa? silahkan anda buktikan sendiri.

Bijaksana dalam menghadapi anak didik , tidak semua pelanggaran yang di lakukan anak didik murni karena kesengajaan, anda haru pintar-pintar menilai masalah yang dihadapi oleh anak didik anda, terkadang dengan memaafkan adalah cara untuk merubah perilaku anak didik yang salah.
Berperilakulah sebagai contoh yang baik di dalam maupun di luar sekolah, Siswa akan sangat menghormati kita apabila nasehat yang kita berikan sejalan dengan perilaku kita, dalam beberapa kasus di SMP atau SMA siswa merasa benar jika berpacaran atau merokok karena melihat guru mereka melakuan hal yang sama di luar sekolah.

Bangunlah komunikasi yang baik dengan orang tua mereka, beberapa anak merasa nyaman dengan gurunya di karenakan antara guru dan orang tuanya sudah seperti saudara, tapi jagalah agar tidak membuat anda di pandang sebagai pembela saat siswa tersebut melakukan kesalahan.

Pahami kondisi psikis anak didik kita, beberapa murid dengan typikal pendiam sangat jarang mau terbuka dengan orang lain, saat inilah kemampuan anda dalam memahami bahasa non verbal di uji, Jemputlah bola jangan menunggu tanyakan masalah mereka dengan bahasa non verbal sehingga mereka mau menjadikan anda tempat curahan hati mereka.

Jadikan diri anda tempat mereka mengadu dan berkeluh kesah, banyak anak didik yang tidak sempat berkomunikasi dengan orang tua mereka sendiri di karenakan kesibukan mereka di tempat kerja, sehingga praktis andalah orang tua yang paling banyak berinteraksi dengan mereka, dalam beberapa kasus kadang saya di telepon oleh orang tua murid meminta agar anaknya di nasehati sebab sang anak selalu melawan, mereka heran ketika saya menasehati anak tersebut sang anak langsung mendengarkan dan mematuhi perintah saya.

Terakhir perbaiki hubungan anda dengan Allah, seorang guru hanyalah penyambung lidah , sedangkan Allah yang maha tahu , mengajar adalah ibadah dan setiap ibadah selalu ada cobaan yang menerpanya, saya teringat dengan tulisan Ippho Santosa salah satu motivator seri otak kanan yang saya jadikan mentor beribadah, dalam salah sat bukunya beliau mengatakan doakanlah anak didik kita agar hati mereka dekat dengan hati kita, sedekat mereka dengan hati kedua orang tua mereka.
Nah itulah tadi cara menjadi guru yang dicintai anak didik, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Sartaman, praktisi pendidikan tinggal di Pandeglang
tamana0405@gmail.com