Banten, (Haluan Banten) – Guru biasa disebut sebagai ujung tombak pendidikan atau ujung tombak pengembangan sekolah. Karena itu, guru yang unggul menjadi faktor yang sangat menentukan kemajuan sekolah. Berikut ini disebutkan mengenai karakteristik guru hebat atau juga guru profesional yang diolah dan disarikan dari berbagai pengalaman pribadi maupun pengalaman guru atau teman sejawat. Inilah inspirasi untuk para guru agar makin mampu membantu peserta didik mereka mengembangkan diri secara maksimal dan optimal. Juga sebagai jawaban atas tuntutan pembelajaran berorientasi pada ketrampilan berpikir tingkat tinggi.
Guru hebat memegang peranan yang penting dalam menentukan prestasi peserta didik, dengan demikian, guru harus senantiasa memutahirkan dirinya dengan melakukan berbagai pengembangan keprofesian.
Berikut ini catatan yang dianggap penting dari karakteristik guru hebat, antara lain ;
1. Guru hebat menjadikan semua topik menarik
Setiap guru mengalami bahwa ada materi pelajaran yang sulit tetapi juga ada materi yang gampang diajarkan; ada materi yang esensial tetapi ada juga materi yang tidak esensial. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga mampu menjadikan materi apa saja, bahkan yang kompleks sekalipun untuk menjadi materi yang gampang dipahami. Tantangan guru adalah membuat peserta didik bisa keluar dari zona nyaman dan tetap tertantang serta termotivasi untuk melakukan pembelajaran-pembelajaran di kelas. Peserta didik akan mampu melakukan pembelajaran yang maksimal bila dia mengalami bahwa pembelajaran itu menarik.
2. Guru hebat karena kreatif (runtuhkan rutinitas)
Rutinitas itu seringkali membosankan. Bersekolah merupakan aktivitas peserta didik setiap hari. Aktivitas ini begitu rutin dilakukan, melebihi banyak aktivitas lainnya. Bila tidak dirancang dengan kreatif, aktivitas rutin ini akan menjadi begitu membosankan. Kreativitas mendorong gairah, menarik perhatian peserta didik dan membangkitkan minat mereka.
3. Guru yang hebat melayani siswa secara individual
Mungkinkah guru melayani kelas klasikal secara individual? Maksudnya, bagaimana mengajar dalam kelas klasikal yang besar tetapi semua murid merasa disapa, diperhatikan, dan dilayani? Hal ini bukan hanya kemungkinan yang harus dicari, melainkan kebutuhan sehingga menjadi kewajiban. Setiap guru harus bisa melayani peserta didik secara personal sehingga tidak ada peserta didik yang tenggelam dan hilang dalam kelas yang besar, tidak ada peseta didik yang tidak terdeteksi kelebihan dan kekurangannya, tidak ada peserta didik yang kurang memperoleh kesempatan belajar dan berprestasi. Tugas utama guru seharusnya adalah menggali, menemukan, dan mengasah bakat dan kemampuan terbaik peserta didik.
4. Guru yang hebat mengetahui cara menata tingkah laku peserta didik
Setiap peserta didik memiliki karakternya sendiri sehingga guru menghadapi peserta didik dengan begitu banyak karakter. Guru tidak selalu mendapatkan peserta didik yang mampu mendengarkan dan patuh. Bisa saja peserta didik tidak disiplin, melanggar, bahkan menantang gurunya. Bisa saja guru lepas kontrol terhadap peserta didik yang tidak disiplin tersebut. Namun, guru yang hebat tahu bagaimana tetap mengontrol kelas, menghadapi karakter anak, tanpa membuat hal konyol yang bisa mempermalukan diri sendiri dan peserta didik atau bahkan melukai hati peserta didik.
5. Guru hebat adalah juga pembelajar
Pada jaman teknologi ini, peserta didik bisa memiliki banyak akses terhadap pengetahuan. Guru yang hebat tidak menutup diri dengan kemungkinan bahwa peserta didik bisa mengetahui lebih banyak daripada yang dimilikinya. Guru tidak boleh berhenti belajar dan mengupdate pengetahuannya. Guru juga malah mendorong pembelajaran terjadi secara interaktif dan tangkap begitu banyak ilmu dan informasi yang bisa saja datang dari peserta didik.
6. Guru hebat mengajar dalam konteks dengan contoh nyata
Seringkali guru mengajar dengan menggunakan buku pegangan tertentu. Jangan lupa untuk mengajarkan prinsip-prinsip tetapi berikan contoh nyata yang terkait dengan keseharian dan lingkungan peserta didik. Jangan pernah mengajarkan hanya teori tanpa contoh nyata dan jangan pernah memberikan contoh yang bukan berasal dari lingkungan peserta didik.
7. Guru hebat memiliki standard tinggi
Ada yang menyebutkan mengenai prinsip kerja dari layar LCD yang terpasang di atas. Ketika layar itu terbuka, maka layar itu ditarik ke bawah dan ke atas. Prinsip ini bisa diterapkan kepada peserta didik dimana standard yang tinggi akan menarik peserta didik untuk mengejar standard tersebut. Bila standard yang diberikan sangat rendah, peserta didik juga hanya akan mengejar pencapaian serendah itu. Tentu saja perlu diingat bahwa standard yang dipatok guru harus realistis. Namun, perlu ditata agar standard itu sungguh-sungguh bisa menantang peserta didik. Jangan biarkan peserta didik merasa tidak ada lagi tantangan.
8. Guru hebat bersikap supportive
Tantangan besar untuk guru dan orangtua adalah bersikap sabar dalam melayani pertanyaan dan komentar peserta didik. Adakah guru yang marah ketika peserta didik bertanya hal sepele? Adakah guru yang mengabaikan pertanyaan peserta didik? Guru yang hebat sungguh-sungguh berada di belakang peserta didik dan siap melayani proses belajar, proses ingin tahu, proses jatuh bangun yang dialami peserta didik. Selalu menyiapkan diri untuk mendukung peserta didik.
9. Guru hebat memiliki kematangan emosi.
Anak remaja, terutama usia SMA, biasanya mengalami kondisi psikologis seperti kecemasan, depresi, dan bisa jatuh dalam penyimpangan tertentu. Guru yang hebat bisa mengontrol kelasnya, menata emosinya dan juga menata emosi siswanya. Sangat penting bahwa guru sungguh-sungguh dilengkapi dengan pemahaman mengenai psikologi pendidikan dan psikologi anak. Ada yang menganjurkan agar guru mempelajari teknik mindfulness.
10. Guru hebat memperjuangkan kesamaan hak peserta didik
Di banyak tempat, orang-orang muda termarginalisasi dari kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik karena kemiskinan, atau cacat tertentu, atau masalah sosial lainnya. Hal ini bisa terbawa di kelas, yakni peserta didik mengalami hambatan tertentu entah karena kemiskinan, cacat atau karena masalah SARA, terhalang untuk belajar maksimal. Guru perlu mengembangkan metode belajar tertentu yang menjamin peserta didik bahwa serdik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu dan mengembangkan dirinya di sekolah. Banyak suara yang mengatakan bahwa guru cenderung memihak peserta didik yang ekonominya baik, atau prestasinya baik. Terkait dengan poin terakhir, harus disadari bersama bahwa sekolah cenderung memberi perhatian dan kesempatan hanya kepada peserta didik dengan prestasi baik. Lihat, peserta didik mana saja yang cenderung diberi kesempatan tampil, Cari peluang agar peserta didik bisa unjuk diri dan unjuk kerja.(Nasri)
KARAKTERISTIK GURU HEBAT
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar.

