Tangerang, 04/8 (Haluan Banten) – Pemerintah Kota Tangerang melalui aparat di kecamatan melakukan peningkatan pengawasan melalui Satgas Siaga Corona (Sigacor) tingkat RT/RW terhadap aktivitas masyarakat terkait adanya penambahan jumlah kasus COVID-19.

Camat Cipondoh, Rizal Ridallah dihubungi di Tangerang Selasa mengatakan, Satgas Sigacor akan lebih dimasifkan dalam melakukan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari – hari.

“Pemakaian masker saat ke luar rumah dan selalu mencuci tangan adalah bentuk kedisiplinan yang kita akan terus masifkan sosialisasinya untuk menekan kasus COVID-19,” ujarnya.

Lalu, Kecamatan Cipondoh juga akan meminta kepada setiap pengurus RW memperhatikan lingkungan yang sudah ditata rapih untuk lebih dijaga. “Kampung tematik yang mengusung konsep PHBS juga akan menjadi perhatian kita dalam memastikan lingkungan bersih,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah pada Senin memimpin kegiatan rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tangerang secara daring di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Salah satu hal yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut adalah mengenai peningkatan kasus masyarakat positif COVID-19 di Kota Tangerang.

Wali Kota mengimbau agar seluruh area perkantoran yang ada di Kota Tangerang baik instansi maupun swasta untuk dapat memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Pemkot sudah siapkan surat edarannya dan secepatnya harus diaplikasikan. Salah satunya tentang ketersediaan ventilasi agar sirkulasi udara bisa berjalan. Gunakan alat makan dan alat tulis sendiri, rajin cuci tangan, jaga jarak dan jaga imunitas dengan berolahraga,” tambahnya.

Sementara itu, jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang per tanggal 2 Agustus 2020 tercatat ada 70 orang, kasus meninggal ada 36 orang dan dinyatakan sembuh 492 orang. Jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang alami peningkatan sejak tiga hari terakhir. Pada tanggal 30 Juli 2020 ada 56 kasus dan kini menjadi 70 kasus. ( ATR/RED )