Kepalan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani.

Tangerang, (haluanbanten.co.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menyebut, belum ada laporan dari kepala sekolah dan kantor cabang dinas, terkait siswa terpapar Covid-19 pada pembelajaran tatap muka (PTM). Pelaksanaan PTM hingga kini berjalan dengan lancar.

“PTM di Banten untuk SMA, SMK dan SKH ini memasuki pekan ketiga dan alhamdulillah sampai dengan hari ini belum ada laporan dari kepala cabang dinas melalui kepala sekolah adanya kasus siswa terpapar covid-19 karena PTM,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani saat berkunjung di SMKN 2 Kota Tangerang, Jumat, 24 September 2021.

Tabrani mengatakan, hingga kini PTM di Tanah Jawara masih bisa berjalan. Pihaknya setiap satu pekan melakukan evaluasi yang melibatkan kepala bidang, dan kepala cabang dinas yang dilaporkan setiap hari kegiatan PTM oleh kepala sekolah.

“Jadi kepala sekolah ngirim laporan setiap hari ke kepala cabang dinas. Sehingga saya evaluasi kepada cabang dinas itu sekali dalam seminggu kalau tidak dilakukan hari Sabtu atau Minggu. Itu terus dilakukan sampai dua pekan kemarin Alhamdulillah tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Namun, berdasarkan hasil survei Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat, 1.303 sekolah menjadi klaster COVID-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Ternyata dari ribuan sekolah tersebut, 44 di antaranya berasal dari Provinsi Banten.

Data Kemendikbudristek tersebut dihimpun dari survei yang dipublikasi di situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/home/survey-ptm-dashboard-spasial, pada Kamis 23 September 2021.

Meski timbul klaster baru, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku sekolah tatap muka tidak akan diberhentikan.

Pihaknya hanya akan menutup sekolah yang menjadi klaster COVID-19 saja. Selanjutnya, jika sekolah tersebut sudah aman untuk PTM terbatas, akan dibuka kembali.

“Tidak, tidak (dihentikan). PTM terbatas masih dilanjutkan, prokes harus dikuatkan dan sekolah-sekolah di mana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman,” kata Nadiem

Menurutnya, kegiatan PTM akan tersus dimonitor. Jika ada temuan, bukan berarti PTM-nya akan diundur. “Masih harus jalan, terbuka, tapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu,” kata Nadiem.

Selaras dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Suryadi, Kepala Kantor Cabang Dindikbud Wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan mengatakan. “Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan terkait PTM. Jadi tidak ada kasus baru atau klaster baru akibat PTM di Kota Tangerang,” Ujar Suryadi

Dia mengatakan, setiap Jumat, pihaknya dan seluruh kepala sekolah SMA di Kota Tangerang menggelar rapat secara virtual untuk membahas perkembangan soal penerapan PTM.

Salah satu yang dibahas adalah soal penularan Covid-19 di sekolah.

Berdasarkan rapat yang rutin digelar itu, kata Suryadi, tidak ada murid yang terpapar Covid-19 di SMA di Kota Tangerang.

“Kami tiap Jumat sore Zoom dengan kepala sekolah untuk minta perkembangan yang sifatnya terkait PTM,” kata dia.

“Enggak ada murid terpapar, insya Allah, mudah-mudahan enggak ada seterusnya,” sambung dia.

Kata Suryadi, jika ada klaster Covid-19 yang muncul, pihaknya belum tentu akan membatalkan penerapan PTM di sebuah SMA.

Menurut dia, penutupan sebuah sekolah tergantung dari penelusuran (tracing) Covid-19 yang dilakukan.

“Itu tergantung bagaimana tracing-nya. Kan di-tracing dulu,” ungkap Suryadi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang sebelumnya juga mengklaim, tidak ada klaster Covid-19 yang muncul terkait sekolah tatap muka.

“Enggak ada report dari puskesmas atau sekolah (murid) yang bergejala atau terkonfirmasi (Covid-19),” kata Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeini, Kamis (23/9/2021).

Jika ada murid yang memang bergejala atau terkonfirmasi positif Covid-19, maka pihak sekolah atau puskesmas pasti sudah melapor ke Dinkes Kota Tangerang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang sebelumnya juga mengeklaim, tidak ada klaster Covid-19 yang muncul terkait sekolah tatap muka.

“Enggak ada report dari puskesmas atau sekolah (murid) yang bergejala atau terkonfirmasi (Covid-19),” kata Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeini, Kamis (23/9/2021).

Jika ada murid yang memang bergejala atau terkonfirmasi positif Covid-19, maka pihak sekolah atau puskesmas pasti sudah melapor ke Dinkes Kota Tangerang.(Lesman Bangun)