Tangsel – Pengurus Pusat Perkumpulan Urang Banten (PUB) telah resmi dikukuhkan, pada Minggu (27/3/2022), di Auditorium Gedung Wali Kota Tangerang Selatan (Tangesel), Banten.
Sederet nama-nama besar hadir dalam prosesi pengukuhan tersebut, mulai dari Gubernur Banten, Wahidin Halim, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Leonard Eben Ezer, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, hingga Ketua Umum PUB sekaligus tokoh Banten, Irjen Pol (Purn), Taufiqurrahman Ruki.
“Kami ingin ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang turut mendukung terlaksananya prosesi pengukuhan Pengurus Pusat PUB ini, khususnya kepada jajaran panitia yang bekerja luar biasa. Alhamdulillah persiapannya matang, pelaksanaanya lancar serta banyak sekali manfaat serta nilai-nilai yang bisa kita petik dari acara ini,” kata Ketua Pelaksana Pengukuhan Pengurus Pusat PUB, Dadi Farid, yang juga merupakan Ketua PUB Cabang Tangsel.
Pada momen itu juga, para tokoh Banten memberikan berbagai pandangan terkait Banten, serta harapan besar untuk Banten di masa mendatang.
Taufiqurrahman Ruki atau yang juga karib disapa Ki Mpik membuka sambutannya dengan menyampaikan, bahwa PUB dan masyarakat Banten memiliki kekayaan suku budaya yang luar biasa.
“Ada Sunda (kadie-kaditu), ada Jawa Serang (merene-merono), ada Betawi (kesono-kemari). dan masih banyak lagi. Kekayayaan suku budaya ini adalah kekuatan PUB dan masyarakat Banten. Ini harus dirawat, dipupuk serta dihargai satu sama lainnya,” ujar Ki Mpik.
Selain itu, menurut Ki Mpik, tipologi Urang Banten itu ada empat: pertama adalah orang yang lahir dan tinggal di Banten. Kedua adalah yang lahir di Banten tapi tinggal di luar Banten. Ketiga adalah orang luar Banten yang tinggal di Banten. Dan yang keempat adalah orang yang tidak lahir dan tidak tinggal di Banten, namun memiliki kepedulian terhadap Banten.
“Empat tipologi ini ada di PUB. Kita semua berkumpul untuk bersama berkontribusi membangun Banten, sebagaimana visi yang kita tetapkan, yaitu Banten Baru, Banten Bangkit, Banten Juara dan masyarakatnya sejahtera dalam bingkai iman dan taqwa,” tukas Ki Mpik.
Kemudian, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, bahwa Tangsel adalah Banten. Paradigma tersebut, lanjut Benyamin Davnie harus terus ditanamkan dalam diri setiap warga masyarakat Banten.
“Kita ini masih sering diidentikkan dengan Jakarta dan Jawa Barat. Itu hal wajar, karena secara geografis kita berada di wilayah perbatasan. Namun kita perlu sadari, bahwa kita adalah masyarakat Banten, urang Banten, yang harus mencintai Banten,” tuturnya.
Selanjutnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim juga memberikan pandangannya. Menurut Wahidin, saat ini Banten memiliki tantangan untuk mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap Banten.
“Banten masih dianggap sebagai wilayah yang marak dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita juga masih lebih dikenal dengan debus nya. Tentu kita ingin Banten dikenal lebih dari itu, karena kita memang punya sejarah dan kejayaan yang luar biasa,” ungkap Wahidin Halim.
Untuk itulah, Wahidin Halim mengajak PUB serta seluruh elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan Banten, dimana Banten pernah menorehkan prestasi bukan saja di tingkat nasional namun juga internasional.
“Banten harus terkenal dengan kebudayaanya, keagamaanya, ekonomi perdagangannya, kerukunan masyarakatnya. Sekali lagi kita pernah sangat hebat di masa lalu, kemudian mengalami keterpurukan. Kini saatnya kita bangkit lagi bersama-sama, kita ubah citra Banten lebih positif,” paparnya.
Terakhir, Nana Sujana, yang mewakili Pemuda Generasi Banten menyampaikan, bahwa generasi muda siap meneruskan cita-cita dan harapan para tokoh dan sesepuh Banten.
“Saya selaku orang yang dipercaya mewakili Pemuda Generasi Banten tentu bangga dan juga merasa bertanggungjawab untuk menunaikan amanah para senior, sesepuh, dan orang tua kita agar dapat melanjutkan kepemimpinan kedepan,” kata Nana Sujana usai mengikuti acara Pengukuhan Pengurus Pusat PUB yang berlangsung di Auditorium Gedung Wali Kota Tangerang Selatan.
Nana Sujana menyadari, para Pengurus PUB saat ini tidak akan selamanya memimpin PUB, oleh sebab itu, peralihan kepemimpinan harus terus dipersiapkan, dalam bentuk penguatan generasi muda milenial Banten.
“Kita inilah yang nanti akan mengisi posisi-posisi penting tersebut, kita yang memimpin Banten dan bahkan Indonesia kedepan. Saya mengajak generasi Banten agar mulai bersiap, bergerak, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Banten Baru, Banten Bangkit, Banten Juara dan masyarakatnya sejahtera dalam bingkai iman dan taqwa,” papar Nana Sujana.(**)

