KOTA SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan, penghentian siaran Televisi (TV) analog atau peralihan ke siaran digital analog Switch-Off atau ASO dilakukan dengan sejumlah alasan, salah satunya demi efisiensi frekuensi.
Efisiensi frekuensi itu diperlukan, mengingat selama ini masing-masing siaran Televisi menggunakan satu frekuensi, sehingga frekuensi yang merupakan sumber daya teknologi menjadi sangat terbatas.
Hal tersebut disampaikan Staf khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti beberapa waktu lalu. “Peralihan dari TV analog ke digital juga mesti dilakukan, karena untuk kepentingan Teknologi 4G dan early warning system atau peringatan dini bencana, dengan begitu setidaknya masyarakat dapat mengetahui informasi serentak jika ada bencana terjadi,” ucap Niken.
“Selain itu, siaran yang ditampilkan pada Televisi Digital dapat dilihat dengan bersih gambarnya, jernih suaranya serta canggih teknologinya dan beragam programnya,” lanjutnya.
Niken menambahkan bahwa untuk dapat mengaktifkan ditur EWS di perangkat set top box (STB) maupun TV digital, masyarakat harus mengisi kode pos.
“Kode pos ini menjadi kode lokasi keberadaan perangkat. Misalnya saat bencana datang, tidak semua masyarakat menerima informasinya, hanya masyarakat yang terdampak bencana yang menerima peringatan bencana,” imbuhnya.
Menurutnya, kode pos tidak hanya sebatas angka, tetapi jadi rujukan yang dibaca sistem informasi kebencanaan. Kode pos menentukan informasi kebencanaan yang ditampilkan di televisi.
Terakhir, Niken berharap masyarakat segera beralih ke TV Digital karena sangat mudah dilakukan hanya dengan menambahkan Set Top Box (STB) tanpa perlu membayar iuran bulanan ataupun membeli paket data.
Sementara itu, masyarakat yang sudah beralih ke TV digital sangat mengapresiasi terkait sebuah inovasi ini. Salah satunya Nando masyarakat Kota Serang, ia mengaku dengan beralih ke TV digital banyak siaran yang didapat.
“Semenjak saya menggunakan TV digital sangat banyak siaran yang saya dapat, biasanya hanya beberapa saja,” ucapnya.
“Apalagi tampilan gambarnya sangat jelas tidak bersemut,” lanjutnya.
Hal senada juga dikatakan Heru, ia mengaku sangat puas menggunakan TV digital. “Alhamdulillah sekarang saya bisa menonton dengan puas, tampilan gambar sangat bagus. Biasanya saya nonton tv itu tampilannya bersemut, sekarang sangat jernih,” imbuhnya.
Untuk diketahui, bahwa pemerintah melalui Kominfo akan menghentikan siaran Televisi analog secara total paling lambat 2 November 2022 yang akan datang.
#ASO #analogswitchoff #TVdigital #siarandigitalindonesia #ASO2022


