Forum Pitulasan kembali digelar oleh GUSDURian Serang berkolaborasi dengan Fokapela dan Rumah Dunia. Kali ini dikemas dengan wajah yang sedikit berbeda, yakni bedah buku yang berjudul “Merasa Paling Hijrah dan Suka Nyebelin.” Kegiatan pitulasan ini bertempat di Rendez-vous Cafe Rumah Dunia, Sabtu (10/06/23).
Ada banyak komunitas dan organisasi yang hadir pada acara kali ini. Diantaranya dari JAI (Jema’at Ahmadiyah), GPP (Gerakan Peduli Pendidikan), PHB (Padepokan Hipnotis Banten), Rumah Dunia, Jogja Film Akademi, Forum TBM, Gusdurian Lebak, PMII dan DEMA UIN SMH Banten.
Agenda acara diawali dengan penampilan Sound Koustik oleh Miftah Rahmet dengan menyanyikan lagu “Merdu Suaraku Mampu Getarkan Jiwamu,” sambil menunggu peserta datang. Ada dua orang yang menjadi narasumber pada acara bedah buku ini. Pertama, Roby Martin sebagai penulis buku “Merasa Paling Hijrah dan Suka Nyebelin”. Kedua, Adam Dani Fauzan (Penggerak Gusdurian Serang) sebagai pembedah dan dimoderatori oleh Andini.
Dalam sambutannya Abdul Salam, HS (Presiden Rumah Dunia) sekaligus pemilik Cafe mengatakan, kegiatan ini sangat baik apalagi untuk anak muda. “Mudah-mudahan teman-teman yang hadir bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari diskusi kita pada sore hari ini,” ucapnya.
Nita Andriani mewakili Koordinator Gusdurian Serang mengatakan, pihaknya sudah menyebar undangan ke 30 organisasi dan komunitas. Ia juga berharap Gusdurian Serang bisa terus melakukan kerja-kerja komunitas dengan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organiasasi yang ada di Kota Serang, agar terselenggaranya kegiatan-kegiatan yang positif bagi para anak muda di Serang.
“Besar harapan saya, agar Gusdurian ini bisa melakukan kerja-kerja komunitas yang menyelenggarakan kegiatan yang positif bagi anak muda. Tentu saja Gusdurian Serang tidak bisa sendirian, tapi butuh berkolaborasi dengan teman-teman komunitas dan organisasi yang ada di Kota serang,” ujarnya.
Selanjutnya Andini mempersilahkan dua narasumber yakni Roby Martin dan Adam Dani Fauzan maju ke depan untuk memulai diskusi bedah buku. Dalam pemaparannya, Roby Martin menceritakan alasan menulis buku “Merasa Paling Hijrah dan Suka Nyebelin” lengkap dengan gayanya yang santai dan sesekali melempar jokes.
“Buku ini berangkat dari kegelisahan saya sebetulnya, dari SMP saya sudah dikader oleh Islam intoleran hingga tahun 2015. Dulu saya orang yang paling getol mengharam-haramkan soal pacaran,” ujar Roby Martin.
Roby Martin juga menjelaskan bahwa ada 105 essai yang ia tulis, salah satunya tentang musik haram, buka tutup hijab dan masih banyak lagi.
“Jika ada orang yang berpendapat bahwa musik itu haram, ya lihat saja siapa gurunya. Saran saya sih, pilih saja guru yang sesuai dengan style dan hidup kamu. Cari guru yang bisa membuat hidupmu merasa lebih tenang dan damai,” tambahnya.
Adam Dani Fauzan selaku penaggap, menganggap bahwa buku yang ditulis oleh kawannya ini sangat menarik untuk dibaca, tidak membosankan karna masih sangat relevan dengan fenomena hari ini.
Sebelum ke sesi tanya jawab, acara diselingi dengan penampilan StandUp Komedi Serang oleh Angga Dasi. Penampilannya berhasil membuat narasumber dan peserta yang hadir tertawa terbahak-bahak, sesekali Angga Dasi juga meroasting dua narasumber yang ada dihadapannya.
Setelah selesai sesi tanya jawab, acara dilanjut dengan pengenalan Koordinator Gusdurian Serang yang baru melakukan Transformasi pergantian kepengurusan. Dan diakhiri dengan poto bersama.


