PANDEGLANG, (Haluanbanten.co.id) – Indeks Literasi Digital Indonesia 2022 secara nasional berada pada level ”sedang”, dengan skor 3,54 poin dari skala 1-5. Indeks tersebut naik 0,05 poin dibandingkan dengan 2021 yang masih berada di level 3,49. Bahkan, jika dibandingkan dengan 2020, angkanya naik 0,08 poin.
Indeks literasi digital diukur melalui empat pilar indikator utama, yakni: kecakapan digital (digital skills), etika digital (digital ethics), keamanan digital (digital safety), dan budaya digital (digital culture).
Untuk meningkatkan indeks dan kompetensi literasi digital masyarakat di perdesaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Kadubelang, Kecamatan Mekar Jaya, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (20/6) sore, mulai pukul 15.30 WIB.
”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftaranbanten2006. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin (19/6).
Diskusi luring (offline) bertajuk ”Pendampingan Menggunakan Internet untuk Generasi Muda”, akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah pendiri Yayasan Open Source Arief Rama Syarif, dosen Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Neka Fitriyah, dan Plt. Kepala Diskominfo Kabupaten Pandeglang R. Gunara Daradjat, serta Joan Permana selaku moderator.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menyatakan, remaja di Indonesia paling banyak menggunakan internet dibandingkan kelompok usia lainnya. Hal itu terekam dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di mana tingkat penetrasi internet di kelompok usia 13-18 tahun mencapai 99,16 persen pada 2021-2022.
”Generasi muda merupakan pengakses internet terbanyak, sehingga butuh edukasi dalam menggunakan internet. Pendampingan menggunakan internet untuk generasi muda harus dilakukan agar mereka lebih bijak,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.
Pentingnya pendampingan dan literasi digital bagi generasi muda, lanjut Kemenkominfo, salah satunya dimaksudkan untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif saat berinternet. ”Dengan begitu, akan tercipta masyarakat yang cerdas dan produktif,” tegasnya.
Kemenkominfo menambahkan, selain pendampingan menggunakan internet, kesadaran digital generasi muda juga perlu dibangun. Edukasi itu dilakukan melalui beberapa hal, yakni: pengetahuan tentang internet masa kini kepada masyarakat; pengetahuan tentang literasi digital; serta menanamkan kesadaran bagi orangtua untuk melakukan pendampingan kepada anaknya.
”Dengan begitu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya para orangtua, untuk dapat memberikan pendampingan atau pengawasan khusus bagi generasi muda dalam menggunakan internet,” imbuh Kemenkominfo.
Hadir dalam diskusi yang chip in dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu, di antaranya: Komunitas Kadubelang Jaya, Komunitas Seni Kadubelang, Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir, Komunitas Pemuda Kadubelang, dan Komunitas Tani Tirta Sari.
Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)


