Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui Seksi Kesehatan Jiwa dan Tata Kelola kesehatan Masyarakat, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon menggelar sosialisasi Peningkatan Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat Tingkat Pertama di Puskesmas Purwakarta Kota Cilegon. Selasa.  (20/06/2023).

 

Kepala Dinas Kesehatan Dr.dr. Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS, Mengatakan kita mengatahui bahwa kesehatan jiwa ini begitu penting apalagi di era sekarang. K esehatan yang di maksud sehat itu bukan hanya sekedar sehat jasmani tetapi juga sehat jasmani rohani dan sehat sosial.

 

Dijelaskan Ati,  peningkatan pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan dasar adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman pasien, meningkatkan kemandirian pasien, meningkatkann kerja  sama  dengan  keluarga  pasien,  meningkatkan kerja  sama  lintas  profesi,  dan  ingin memperbaiki paktek pelayanan.

 

Pelayanan kesehatan jiwa bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat sekelompok masyarakat yang berada dalam kondisi gangguan kejiwaan dengan menggunakan dua pendekatan, yakni berbasis masyarakat yang menitik beratkan pada sinergi dari masyarakat sendiri supaya lebih peka dan berperan secara aktif terhadap kondisi.   Dengan adanya pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan   dasar yang didampingi   oleh dokter spesialis jiwa dan penyuluhan oleh psikologi klinis kepada keluarga pasien, kader, serta tokoh masyarakat dan dinas terkait yang terlibat dalam upaya pencegahan kesehatan jiwa. agar pelayanan kesehatan jiwa dimasyarakat berjalan sesuai standar pelayanan.

 

Dari tahun 2017 – 2023 , Dinas Kesehatan provinsi Banten sudah melakukan pembinaan tentang pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan dasar di beberapa puskesmas terpilih dari 8 kab/kota di provinsi banten dengan katagori berdasarkan jumlah kasus.   Dimana masih kurang pelayanan secara optimal, karena masih tercatat di dinas kesehatan provinsi Banten data kasus odgj berat 2023 adalah 17.226 orang, untuk odgj berat yang ditemukan dan dilayani sebanyak 9.777 orang dengan kasus pasung sebanyak 26 orang.

 

ini menunjukan masih banyaknya kasus jiwa yang belum ditemukan dimasyarakat, sehingga perlu upaya – upaya  untuk  penemuan  kasus  –  kasus  jiwa  yang  ada  di  masyarakat  dan  masih  banyak  juga  kasus pemasungan.  Salah satu upaya tersebut adalah dengan peningkatan pelayanan kesehatan jiwa di fktp, agar odgj – odgj yang ada dimasyarkat mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

 

Adanya perubahan prilaku yang terjadi di masyarakat dan perubahan lingkungan dan perubahan gaya hidup yang terjadi di masyarakat ini menyebabkan terjadinya masalah kesehatan,  adanya peningkatan gangguan jiwa. Bahkan diprediksi tahun 2025 ke atas masalah kejiwaan dan orang mengalami gangguan jiwa ini akan

 

menempati Peringkat Ke 3 besar dari angka penyumbang angka kesakitan yang ada di wilayah Indonesia ini termasuk Provinsi Banten,”dijelaskan Ati.

 

Belum lagi kita menghadapi pemilihan legislatif, pemilihan Presiden, Pemilihan Kepala Daerah merupakan kerawanan terhadap kejiwaan yang akan terjadi. Begitu juga terhadap calon maupun juga para pendukungnya yang semua ini akan berpotensi menghadapi kekalahan karena yang namanya kompetensi ada kalah ada menang, saat ada kalah belum tentu menerima begitu saja atas kekalahanya, Goncangan-guncagan masalah Kejiwaan ini juga menjadi salah satu hal yang perlu kita perhatikan,”Ungkap Ati Pramudji.

 

Saya sangat senang dengan pertemuan ini. Kita lakukan sosialisasi disini sebagai terobosan bagaimana bentuk mengatasi gangguan jiwa dimasyarakat. Ini titik awal memikirkan penanganan Kesehatan jiwa masyarakat. Semoga kita memanusiakan masyarakat yang kena gangguan jiwa yang berada di Kota Cilegon khususnya dan Banten serta Indonesia umumnya.

 

“Kegiatan ini , menguatkan kolaborasi, menguatkan kordinasi antara pemerintah daerah melalui dinas kesehatan dan UPT Puskesmas denggan dinas dinas terkait seperti dinas sosial yang dalam

rangka rehabilitasi juga dinas pemberdayaan masyarakat yang bisa merangkul seluruh yayasan ataupun organisasi masyarakat yang tergabung dan yang mempunyai niatan yang baik ikut bagaimana menjaga kesehatan yang ada di wilayah kita,”Tambahnya.

 

Harapan kami dengan adanya pertemuan ini dapat mengidentifikasi masalah dan pemecahan masalah kesehatan jiwa yang ada di Kota Cilegon ini. Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi kita semua dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Cilegon sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud,”Ungkap Ati.

 

Saya sangat senang dengan pertemuan ini. Kita lakukan sosialisasi disini sebagai terobosan bagaimana bentuk mengatasi gangguan jiwa dimasyarakat. Ini titik awal memikirkan penanganan Kesehatan jiwa masyarakat. Semoga kita memanusiakan masyarakat yang kena gangguan jiwa yang berada di Kota Cilegon khususnya dan Banten serta Indonesia umumnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Program Keswa Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Kepala Puskesmas, Babinsa, Babinkamtibmas, Bidan,Kader puskesmas,perwakilan dinsos Kota Cilegon, Perawat serta pelaksaan prereview untuk Pasien dalam pantauan (ODGJ). (Adv).