Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem yang condong menuju pada pengoperasian aktivitas dengan otoritas tinggi dan semua untuk mendapati keyakinan bahwa pendekatan dan kemampuan perusahaan yang telah dijalankan secara baik dan akurat. Fungsi sistem pengendalian manajemen berperan untuk mendeteksi deviasi atau kelemahan yang perbaikan terhadapnya menjadi umpan balik dari suatu kegiatan yang dimulai dari tahap perencanaan hingga tahap pelaksanaan.
PT. Kalbe Farma Tbk merupakan perusahaan farmasi zang didirikan pada tahun 1966. Pertama kali didirikan di rumah pendirinya yang berada di Jakarta Timur. Perusahaan tersebut bergerak di bidang farmasi yang kemudian melakukan diversikasi ke produk kesehatan serta distribusi dan kemasan.Saat ini, Kalbe adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara yang sahamnya telah dicatat di bursa efek dengan nilai kapitalisasi pasar di atas US$ 1 miliar dan penjualan melebihi Rp 7 triliun. PT. Kalbe Farma terbagi menjadi tiga divisi yaitu divisi farmasi yang dikelola oleh anak perusahaan Kalbe Farma seperti Dankos, Innogene Kalbiotech, divisi makanan yang dikelola oleh PT. Sanghiyang Perkasa, PT Helios, dan divisi kemasan (packaging) yang dikelola anak perusahaan seperti Kageo Igar Jaya, PT Avesta Continental dan lain sebagainya.
Adapun sistem pengendalian manajemen yang dilakukan PT. Kalbe Farma, sebagai berikut:
Strategi Perusahaan
Strategi yang pertama dilakukan yaitu strategi korporat. Strategi korporat adalah mengenai keberadan di tengah-tengah bauran bisnis yang tepat. Berkaitan dengan strategi korporat, PT Kalbe Farma Tbk termasuk kategori perusahan dengan diversifikasi berhubungan yang beroperasi dalam beberapa industri, dan unit- unit usaha tersebut memperoleh manfaat dari seperangkat kompetensi yang umum yaitu farmasi dan produk kesehatan. Strategi korporat yang diterapkan adalah pengembangan bisnis internasional dan meningkatkan kemampuan riset. PT Kalbe Farma Tbk telah berada dalam bauran industri yang tepat. Strategi yang ditetapkan Kalbe telah mengarahkan perusahan melakukan langkah-langkah yang sesuai. Penggunaan sumber daya yang sama dan terintegrasi seperti pemasaran, fasilitas produksi, keuangan serta fasilitas riset dan pengembangan oleh beberapa unit usaha yang ada telah menciptakan sinergi operasi. Hal ini membantu perusahaan untuk memperoleh manfaat dari skala dan ruang lingkup ekonomi.
Strategi yang kedua adalah strategi unit bisnis. Pada sebagian besar unit usaha PT Kalbe Farma Tbk menerapkan strategi membangun dimana hal ini sesuai dengan misinya untuk meluaskan pasar menjadi bisnis global. Kemudian dalam hal keunggulan kompetitifnya, beberapa unit usaha menerapkan strategi generik biaya rendah terutama untuk produk obat-obatan serta nutrisi karena produk tersebut telah memimpin pasar. Sedangkan pada produk minuman energi menerapkan strategi diferensiasi untuk menguatkan loyalitas pelanggan karena munculnya banyak saingan produk sejenis yang berharga murah.
Perencanaan Strategi
Perencanaan strategis adalah sistematis sehingga ada proses perencanaan tahunan dan jadwal yang sudah ditentukan. Dalam penyusunan perencanaan strategik PT Kalbe Farma Tbk tentunya melibatkan manajemen yang relevan dimana dewan komisaris sebagai pengendali utama dalam perencanaan strategik. Perencanaan strategik ini relatif sangat penting bagi perusahaan yang masih dalam taraf pengembangan ke bisnis internasional dimana akan banyak menghadapai ketadakpastian lingkungan sekitarnya.
Penganggaran
Anggaran merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Dalam proses penyusunan anggaran PT. Kalbe Farma dilakukan secara vertikal dimana tiap unit bisnis memberikan rencana anggaran yang disusun berdasarkan pedoman dari manajemen puncak untuk mendapatkan persetujuan.
Penilaian Kinerja
Tujuan dari sistem ukuran kinerja adalah untuk mengimplementasikan strategi. Penilaian kinerja PT Kalbe Farma diukur menggunakan Balance Scorecard  mempunyai empat perspektif untuk mengetahui kinerja perusahaan, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif inovasi dan pembelajaran Kebijakan kompensasi insentif cenderung berbeda lintas strategi.
Kompensasi
Kompensasi merupakan peranan penting dari sistem pengendalian manajemen untuk memotivasi para pekerja. PT Kalbe Farma Tbk yang menerapkan strategi diversifikasi berhubungan tidak begitu sesuai jika menggunakan rumus dalam mentapkan bonus. Tingkat saling ketergantungan yang besar antar unit usaha mengimplikasikan bahwa kinerja suatu unit bisnis dapat dipengaruhi oleh keputusan dan tindakan dari unit lainnya. Sehingga penetapan bonus berdasarkan rumus terkait dengan kinerja keuangan dapat menjadi kontra produktif. PT Kalbe Farma Tbk juga melakukan penilaian secara berkala terhadap kompensasi karyawan guna menjaga kesetaraan dengan standar industri. Standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam semua aspek produksi juga ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan karyawan yang optimal. Program pengembangan karir terdiri dari penilaian kinerja secara berkala dengan dukungan pelatihan dan pendidikan yang memadai. Sistem kompensasi yang demikian lebih dapat memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya.

Desain sistem pengendalian manajemen pada PT Kalbe Farma Tbk telah sesuai dengan strategi yang diterapkan perusahaan meskipun dalam jangka pendek belum mampu mengimplementasikan strategi perusahaan secara efektif terutama terkait dengan penyesuaianya dengan kondisi eksternal.

Octaviani
Prodi Akuntansi
Universitas Pamulang