PANDEGLANG, (Haluanbanten.co.id) – Di era teknologi digital, jutaan informasi berseliweran tak pernah berhenti. Mulai informasi yang bermanfaat hingga informasi yang mudharat, keduanya seolah berlomba untuk sampai ke pengguna. Hati-hati terhadap informasi tak bermanfaat yang akan membawa malapetaka bangsa.

Agar mampu memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dengan yang mudharat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten akan menggelar diskusi literasi digital untuk komunitas digital di Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (30/7) sore, mulai pukul 15.30 WIB.

”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftaranpandeglang3007. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Sabtu (29/7).

Diskusi luring (offline) bertajuk ”Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi” itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Guru IT SMKN 13 Pandeglang Muhamad Abduh, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang R. Gunara Daradjat, influencer Ana Livian, dan Ais Komarudin selaku moderator.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, banjir informasi yang melanda dunia digital akan membuat pengguna tenggelam dalam lautan informasi. Mereka yang tak memiliki kompetensi literasi digital akan hanyut terbawa arus yang menyesatkan. ”Sebaliknya, yang paham literasi digital, akan selamat dari bencana,” tegas Kemenkominfo dalam rilis.

Agar selamat tak tersesat di lautan informasi, lanjut Kemenkominfo, masyarakat perlu memiliki kompetensi literasi digital yang paripurna. Di antaranya: kecakapan digital (digital skills), etika digital (digital ethics), keamanan digital (digital safety), dan budaya digital (digital culture).

Banjir informasi, menurut Kemenkominfo, harus mampu disikapi pengguna dengan meningkatkan pemahaman terhadap budaya digital kita, yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. ”Implementasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam bermedia digital akan mampu meredam perpecahan dan menjaga keutuhan bangsa,” jelas Kemenkominfo.

Kemenkominfo menambahkan, informasi hoaks dan ujaran kebencian yang banyak bertebaran di media digital, hendaknya mampu diredam masyarakat dengan sikap kritis tidak mudah percaya, serta berusaha meningkatkan literasi digital.

Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu akan dihadiri beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Komunitas Muara Dua, Komunitas Babakan Bandung, Komunitas Coneang, Komunitas Kadiri, dan Komunitas Huni Bera.

Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)