CILEGON, (Haluanbanten.co.id) – Setiap orang memiliki kebebasan berekspresi di dunia digital. Meskipun kebebasan itu dijamin oleh konstitusi, namun ada batasan norma yang wajib ditaati. Kebebasan berekspresi di dunia digital harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Untuk memberikan pemahaman pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dasar berperilaku di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Komunitas Dekopinda akan menggelar diskusi literasi digital untuk komunitas digital di Krakatau Junction, Kota Cilegon, Banten, Minggu (6/8) pagi, mulai pukul 07.00 WIB.

”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftarancilegon0608. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Sabtu (5/8).

Diskusi luring (offline) bertajuk ”Pemuda Berkarakter Pancasila dalam Dunia Digital” itu, akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah drummer grup musik Hijau Daun Rio, influencer Delvino Mahsavareza, penyanyi Megi Star, dan Joan Permana selaku moderator.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, Pancasila sebagai dasar dan pegangan hidup dalam berbangsa dan bernegara telah berlaku sejak Indonesia berdiri. Namun, kemunculan era digital menawarkan nilai-nilai budaya baru yang mampu menggeser budaya leluhur, bahkan bertentangan dengan Pancasila.

”Era teknologi digital membawa masuk budaya asing yang kadang tak sesuai dengan budaya Indonesia. Agar tak mudah terpengaruh, pengguna digital mesti memiliki karakter Pancasila dalam bermedia digital,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Menjadi pemuda berkarakter Pancasila, menurut Kemenkominfo, harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila dari Pancasila. Misalnya, berketuhanan, berperikemanusiaan, persatuan, demokratis, dan berkeadilan.

”Dengan mengimplementasikan nilai dan berkarakter Pancasila, mustahil bangsa ini akan mudah dihancurkan dan terpecah belah. Berkarakter Pancasila juga mampu membentengi diri dari ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” imbuh Kemenkominfo.

Pemuda berkarakter Pancasila dalam dunia digital, lanjut Kemenkominfo, juga berarti menjadikan nilai Pancasila sebagai pedoman dasar berinteraksi di dunia maya. ”Salah satunya, meningkatkan keterampilan berinternet agar dampak-dampak negatifnya seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, bisa ditekan,” tandasnya.

Kemenkominfo berharap, penguatan karakter Pancasila dalam bermedia digital, akan mampu mengeliminir penyebaran berita bohong (hoaks), perundungan (cyber bullying), online radicalism, dan dampak negatif internet lainnya. ”Pancasila adalah benteng sekaligus tameng paling ampuh untuk dampak negatif dunia digital (internet),” pungkasnya.

Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)