Junti, (haluanbanten.co.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang tergabung dalam Kelompok 88 menjalankan program inovatif dalam bidang ekonomi dengan memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten serang.
Program ini menjadi bagian dari program kerja bidang ekonomi Kelompok 88 dalam rangka mendukung digitalisasi UMKM dan meningkatkan inklusi keuangan di tingkat desa. Mahasiswa secara langsung membantu para pelaku UMKM mulai dari sosialisasi manfaat QRIS, proses pendaftaran, hingga pendampingan penggunaan aplikasi pembayaran digital berbasis QR code.
Ketua Kelompok 88 Muhammad Ammar Hafizh menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas pasar UMKM di era digital. “Banyak pelaku usaha di Junti yang sebelumnya belum mengenal sistem pembayaran digital. Dengan QRIS, mereka tidak hanya memudahkan pelanggan dalam bertransaksi, tetapi juga membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk wisatawan atau pelanggan dari luar daerah,” ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Rodiatun Khumaeti, pemilik usaha makanan ringan, mengaku terbantu dengan program ini. “Saya dulu hanya terima tunai, sekarang pelanggan bisa bayar lewat HP. Lebih mudah dan aman,” katanya.
Program kerja ini mendapat respons positif dari perangkat desa dan warga sekitar. Pihak desa berharap inisiatif ini bisa berkelanjutan dan menjadi contoh bagi kelompok KKM lainnya dalam mendorong transformasi ekonomi desa berbasis teknologi.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 88 UNIBA 2025 tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi lokal, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan keterampilan penting untuk menghadapi tantangan ekonomi digital. (**)

