Yogyakarta, (Haluanbanten.co.id) – Rombongan CCV 2026 FTI UNSERA melakukan kunjungan akademik dan industri di hari pertama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang penerapan teknologi mutakhir, seperti Deep Learning dan Software Development, dalam menjawab tantangan otomatisasi dan transformasi bisnis di era Industri 5.0. Kunjungan ini juga menjadi landasan untuk membangun kemitraan strategis antar institusi pendidikan.

Sebelum seminar utama, rombongan diterima secara resmi oleh pimpinan kedua fakultas. Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Sumiati, S.T., M.M., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi akademik yang lebih intensif. Ia menilai diskusi langsung antar pimpinan dan dosen menjadi ruang strategis untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi.

“Melalui diskusi ini, kami berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, baik dalam penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa,” ujar Sumiati.

Prof. Dr. Kusrini, M.Kom, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, dalam sambutan balasannya menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi. Menurutnya, diskusi akademik seperti ini menjadi fondasi awal untuk merancang kerja sama yang relevan dan berdampak.

Selanjutnya, sebanyak 105 mahasiswa yang didampingi sembilan mentor mengikuti seminar yang dibawakan langsung oleh Prof. Kusrini dengan tema “Inovasi Deep Learning dan Computer Vision untuk Meningkatkan Efisiensi Otomatisasi di Era Society 5.0”.

Prof. Kusrini tidak hanya memaparkan konsep, tetapi juga membagikan berbagai penerapan nyata yang dikembangkan di fakultasnya. Beliau mendemonstrasikan bagaimana integrasi Deep Learning dan Computer Vision merevolusi otomatisasi di berbagai sektor, didukung oleh contoh riset seperti pemanfaatan kamera untuk analisis kepadatan lalu lintas, sistem deteksi hama tanaman berbasis citra digital, pemantauan potensi kebakaran hutan, serta sistem cerdas untuk peternakan dan pariwisata.

“Teknologi deep learning dan computer vision bukan sekadar tren, tetapi alat yang harus diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Prof. Kusrini dalam pemaparannya.

Pada sesi kedua, rombongan diterima di PT Integra, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak terkemuka. Pak Yuda Wicaksana Putra, ST., MBA, Direktur Utama PT Integra, memaparkan tema “Inovasi Digital dan Transformasi Bisnis: Peran Software Development dalam Industri 5.0”.

Pak Yuda menjelaskan strategi transformasi digital yang digerakkan oleh pengembangan perangkat lunak yang agile dan scalable. Materi fokus pada bagaimana software development menjadi enabler utama dalam menghadapi disrupsi industri, dengan contoh penerapan Internet of Things (IoT), cloud computing, dan big data analytics dalam solusi untuk klien dari sektor logistik, fintech, dan ritel. Diskusi juga menyentuh keterampilan yang paling dicari di pasar kerja teknologi saat ini.

Assoc. Prof. Sumiati menyatakan, “Interaksi langsung dengan pakar seperti Prof. Kusrini dan Pak Yuda memberikan perspektif autentik tentang bagaimana inovasi lahir dari kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Dialog antar pimpinan tadi juga telah membuka jalan bagi kerja sama riset dan pengembangan kurikulum yang lebih integratif.”

Riyan Naufal Hay’s, Ketua Panitia CCV, menekankan dampak kunjungan. “Hari ini mahasiswa melihat dua sisi mata uang yang sama: dari riset aplikatif di AMIKOM hingga eksekusi bisnisnya di PT Integra. Ini adalah peta jalan yang sangat berharga untuk menyusun proposal tugas akhir, startup idea, atau bahkan menentukan jalur karir mereka.”