Tangerang, (haluanbanten.co.id) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menargetkan sebanyak 219 titik jalan rusak akan diperbaiki menyeluruh pada tahun 2026.

Jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga bakal diperbaiki secara permanen tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, Kamis (19/2/2026).

“Untuk perbaikan permanen memang baru akan dilaksanakan setelah bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Iwan mengatakan berdasarkan program rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), maka di 2026 terdapat 219 titik jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan dilakukan perbaikan.

Berdasarkan program rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) akan dilakukan perbaikan jalan di antaranya seperti di Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg, Jalan Raya Pakuhaji-Sepatan, dan Jalan Raya Cikupa-Pasar Kemis.

Ia mengatakan proses perbaikan permanen baru akan dilakukan setelah bulan suci Ramadhan 2026. Namun, pemeliharaan jalan sudah dilakukan sejak Januari lalu, baik Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg, Pakuhaji-Sepatan, Cikupa-Pasar Kemis dan ratusan titik lainnya.

“Sebetulnya, kalau perawatan atau pemeliharaan jalan sudah dilakukan sejak Januari dan awal Februari 2026 ini, namun untuk perbaikan permanen memang baru akan dilakukan pasca Ramadhan nanti,” katanya.

Menurut dia, untuk Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg juga sudah masuk dalam perencanaan perbaikan permanen di tahun 2026. Dengan, total panjang kurang lebih 3,3 kilometer, perbaikan permanen itu membutuhkan anggaran kurang lebih sebesar Rp26,61 miliar.

“Untuk Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg sepanjang 3,3 kilometer, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan permanen kurang lebih sebesar Rp26,61 miliar,” ujar dia.

Sementara itu, untuk Jalan Raya Pakuhaji-Sepatan, menurut dia, saat ini sudah masuk proses lelang, dan juga akan dilakukan perbaikan setelah Ramadhan 1447 Hijriah. Adapun anggaran yang dibutuhkan dalam perbaikan jalan tersebut kurang lebih sebesar Rp30 miliar.

Iwan menerangkan, air yang menggenang saat musim hujan telah menyebabkan sebagian besar ruas jalan di Kabupaten Tangerang mengalami kerusakan.

Bahkan, menurut dia, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Kabupaten Tangerang saja, melainkan sebagian besar Jabodetabek dan Provinsi Banten.

“Karena memang ketika curah hujan tinggi banyak jalan mengalami kerusakan, bahkan daerah DKI juga mungkin permasalahan jalan pasca banjir ini sangat-sangat krusial sekali,” katanya. (Adv)