Kota Tangerang, (haluanbanten.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Perumda Tirta Benteng memperkuat kesiapan pasokan air bersih untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi apabila terjadi penurunan ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Doddy Effendy mengatakan, bersama BPBD telah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng untuk memastikan kesiapan sumber air bersih apabila masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

“Teman-teman PDAM sudah siap dengan reservoirnya kalau kita membutuhkan. Ke depan mudah-mudahan kita bisa mengambil opsi-opsi lain yang bisa mendekatkan ke area-area warga. Ini yang sedang dan terus kita maksimalkan,” ungkap Doddy, Selasa (18/8/26).

Menurut Doddy, kesiapan cadangan air bersih menjadi bagian penting dari mitigasi karena masih terdapat sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan air bersih.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan masyarakat yang mengandalkan air tanah mulai mengalami penurunan debit.

Masyarakat yang mulai mengalami gangguan ketersediaan air, seperti debit sumur yang semakin kecil, dapat segera melaporkan kondisi tersebut kepada kelurahan, BPBD Kota Tangerang maupun layanan darurat 112.

”Atau dapat langsung menghubungi call center Perumda Tirta Benteng di nomor 1500041 atau melalui WhatsApp 0811-6121-095 dengan chat only,” jelas Doddy.

Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penggunaan air sesuai kebutuhan serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi dampak musim kemarau.

Doddy mengajak masyarakat tidak menunggu hingga kondisi menjadi darurat untuk melaporkan gangguan ketersediaan air.

“Kalau mulai terjadi gangguan terhadap ketersediaan air, segera laporkan. Kami akan berupaya memberikan pelayanan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu secara signifikan,” tutupnya. (**)