
Haluan Banten – Kemeriahan Hari batik Dunia tak sekedar seremonial,Institut Seni Indonesia Solo (ISI) hari Jumat sd.Sabtu. (5-6/10) di Solo menggelar Batik Art.Festifal disemarakan pula dengan berbagai kegiatan yang mendukung seperti,workshop , pameran karya batik, lomba mewarnai batik,fashion show serta talkshow dari pakar batik indonesia.
Rektor ISI Solo , Dr.Guntur M.Hum. membuka acara tersebut Jumat sore kemarin berharap kepada para mahasiswa yang hadir untuk memahami batik secara komprehensif,dilestarikan agar tidak tereduksi.
Kegiatan Batik Art.Festifal ini merupakan sebuah upaya strategi mengangkat Exsitensi batik global sebagai warisan budaya dunia.
Mister Grid Didit Chris Prawiro kusumo mengatakan,” konsep batik tulis perlu dibenahi dan kalangan akademis perlu mengoreksi karena batik tulis yang tampak gambar bukan tulisan.
Maka terkait pengakuan Unesco atas batik sebagai warisan budaya.

Didit menambahkan, ” bukan paten karena patent yang mengeluarkan adalah negara
Hingga sekarang belum menemukan siapa yang pertama kali menciptakan batik namun diakui batik sebagai peradaban warisan bangsa Indonesia bisa memberikan hidup kedamaian masyarakat.
Didik mengangkat tema dalam talkshow, pendidikan desain mode dan Apparel berbasis kopetensi heutagogi di era revulisi industri 4,0.
Sejumlah desaner kondang juga hadir menyampaikan makalah dihadapan para mahasiswa Isi Solo.(Sri/ bgn)


