CILEGON, (Haluan Banten) – Usai ditemukan satu orang pedagang yang terkonfirmasi positif di Pasar Tradisional Kranggot beberapa waktu lalu akhirnya Dinas Kesehatan Kota Cilegon bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) melakukan tes rapfid masal.

Dalam tes rafid masal tersebut di sediakan 20 titik pemeriksaan yang seluruhnya ada di lokasi Pasar dengan target seluruh pedagang yang ada di Pasar tradisional Kranggot tersebut.

Sekretaris Disprindag Kota Cilegon, Bayu Panatagama mengatakan, digelarnya rafid tes ini adalah salah satu upaya yang di lakukan pemerintah untuk memutus tali persebaran virus corona atau covid – 19 dengan melakukan rafid tes.

“Upaya rafid tes ini adalah untuk memutus mata rantai penyebaran dari virus corona untuk itu kami bersama dengan Dinkes melakukan tes rafid bagi seluruh pedagang yang ada di Pasar Tradisional Krangot,”katanya, Rabu(18/6/2020).

Bayu menjelaskan, ada 20 titik pos pemeriksaan yang tersebar di area pasar, dan siap untuk melayani para pedagang untuk melakukan tes rafid dan tes rafid ini dilakukan secara gratis.

“Ada 20 titik pemeriksaan yang kami sebar, jadi kami berharap seluruh pedagang melakukan tes sebagai upaya
memutus mata rantai penyebaran virus corona,”katanya.

Dari pantauan kami lanjut Bayu alat rafid tes yang tersedia itu ada sebanyak 917 yang akan di gunakan untuk memeriksa para pedagang. Namun sayang alat yang tersedia itu hanya terpakai kurang lebih 30 persen saja padahal tes ini gratis, dengan tidak maksimalnya kegiatan ini kami menilai tingkat kesadaran para pedagang untuk memeriksakan kesehatan sangat rendah.

“Rendah sekali kesadaran para pedagang untuk memeriksa kesehatanya, untuk itu upaya kami agar mereka (para pedagang) memeriksakan kesehatan kami juga melibatkan anggota Dispol PP agar para pedagang melakukan tes dan untuk mengetahui pedagang mana yang sudah memeriksakan kesehatanya kami memberikan tanda pada kiosnya dengan meberikan tanda memakai cat semprot, warna biru untuk yang sudah dan warna merah yang belum,”katanya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Jombang dr Eli Sugiana mengatakan, di gelarnya rafid tes di area pasar tradisional Kranggot ini adalah telah ditemukanya salah satu pedagang yang terkonfirmasi positif corona dan untuk memutus itu kami bersama dengan Disprindag Kota Cilegon melakukan tes kepada seluruh pedagang yang ada di area pasar tradisional Kranggot.

Selain melakukan tes kami lanjut Eli juga melakukan contak tracking. Contack tracing adalah salah satu cara untuk mengendalikan wabah yang tengah terjadi oleh petugas kesehatan.

Eli melanjutkan, contack tracking dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang telah bertemu dengan penderita virus corona. Yang juga akan memudahkan petugas kesehatan untuk mengambik tindakan agar virus ini tidak menyebar semakin meluas.(**)