SERANG, BBS Peduli komunitas turing dari Bikers Sadulur Sabatur (BSS), Kota Serang, telah menyalurkan sembako ke tiga titik kampung yang terdampak banjir.
Banjir besar yang merendam permukiman penduduk di Kota Serang, pada Selasa 1 Maret 2022 lalu itu ternyata masih meninggalkan duka bagi warga terdampak. Hal tersebut diakibatkan meluapnya Sungai Cibanten, dan beberapa anak sungai di selatan Kota Serang.
Bahkan menurut keterangan sejumlah warga di Kmp. Magersari, keprihatinan akibat banjir Sungai Cibanten itu sampai sekarang masih dirasakan. Mereka berharap ada perhatian dari Gubernur Banten, Wahidin Halim.
“Yang sudah datang baru Pak Syafrudin, Walikota Serang saja. Sementara yang lain belum ada,” ucap Dadang dari Kmp. Benggala.
Karena itu dengan hadirnya komunitas BSS yang bagi-bagi sembako ini, sejumlah warga menyampaikan rasa terimakasihnya.
“Allhamdulilah ini sangat membantu pak. Apalagi sekarang harga-harga kebutuhan pokok sangat mahal,” ucap Titin janda dengan dua orang anak.
Menurut Ketua Bidang Sosial BSS, H. Epi Saparudin, bantuan ini didapat secara spontanitas yang dikumpulkan dari anggotanya. Mereka prihatin, banjir tahun 2022 ini dinilainya paling besar terjadi di Serang Banten.
Masih menurut Epi, yang mantan Camat Lebak Wangi, Kabupaten Serang itu, mengatakan bantuan 146 paket sembako itu telah disalurkan ke tiga titik yakni Kmp. Pasar, Kmp. Magersari dan Kmp. Kubang (Benggala). Karena itu “Posko Peduli Banjir BSS” di kediaman ketua, H. Lili Setiadi dinyatakan sudah ditutup. “Terima kasih buat rekan-rekan anggota BSS,” ujarnya.
Ketua BSS, H. Lili Setiadi mengatakan, banjir di awal bulan Maret 2022 itu merupakan terbesar. “Banjir ini apakah tumpahan dari Bendung Sindagheula atau bukan, kami tidak tahu. Tapi yang jelas selain intensitas hujan yang tinggi, juga meluapnya Sungai Cibanten,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan H. Ayip Duce, Wakil Ketua BSS yang langsung turun mengkordinir bantuan peduli BSS.
“Sing cilik pelik, ning kampung pasar durung pernah banjir segede iki (sejak kecil saya tinggal di Kmp. Pasar, belum pernah banjir sebesar ini-Red),” ungkapnya.
Baik Lili maupun Duce, menjelaskan, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan jika Banten diterjang bencana. Namun demikian, Insya Allah mudah-mudahan tidak akan terjadi musibah lagi di Banten ini.
Peduli BSS ini telah sering dilakukan, seperti korban gempa yang terjadi di Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu. Kami pun yang didukung anggota, telah pula menyalurkan bantuan sembako ke daerah Kecamatan Cigeulis dan Kecamatan Sumur di Pandeglang.***


